Karena Kita Berbeda

Suatu hubungan khusus antara laki-laki dan perempuan, baik itu pacaran ataupun suami-istri, seringkali bersinggungan dengan yang namanya pertengkaran. Setelah saya mengamati dan menganalisis dari pengalaman pribadi dan pengalaman orang lain yang diceritakan pada saya, saya berkesimpulan bahwa hal itu terjadi hanya karena perbedaan antara laki-laki dan perempuan.

Memang, semua orang juga tahu bahwa laki-laki dan perempuan itu berbeda, tapi apakah semua orang dapat memahami bahwa perbedaan itu sangat besar pengaruhnya pada pemikiran serta perilaku laki-laki dan perempuan? Saya rasa hanya segelintir orang yang bisa memahaminya.

Wahai Laki-Laki, Tahukah Kamu…

Wahai laki-laki, tahukah kamu tentang hal ini?

Saat kami (para wanita) membanting pintu di depan mukamu karena kami kesal, sebenarnya di balik pintu itu kami sedang menunggumu mengetuk pintu dan memohon untuk dibukakan pintu sekaligus meminta maaf atas semua kesalahan yang telah dilakukan (sekecil apapun itu).

Tapi apa yang seringkali kamu lakukan? Membiarkan pintu itu tetap tertutup rapat dan membiarkan kami semakin kesal dibuatnya. Ya kan?

Saat kami pergi berjalan meninggalkanmu karena kami kesal, sebenarnya kami sedang menunggu untuk kamu kejar. Kami menunggu kamu menarik tangan kami dan bilang “Kamu mau kemana? Nggak bisa apa ya semuanya dibicarakan dengan kepala dingin dulu? Please, stay…”

Tapi apa yang seringkali kamu lakukan? Membiarkan kami terus berjalan dan tidak berusaha sedikitpun untuk menghentikan langkah kami. Ya kan?

Saat sedang menemani kami berbelanja seringkali kamu menawarkan diri untuk membawakan belanjaan kami. Dengan gengsi tingkat tinggi kami bilang “Makasih, aku bisa bawa sendiri kok”. Sebenarnya kami ingin kamu terus berusaha untuk membawakan barang belanjaan kami dengan bilang, “Udah sini… nanti kamu capek lho kalau bawa belanjaan berat seperti ini”.

Tapi apa yang seringkali kamu lakukan? Kamu menjawab “Oh, ya udah…” sambil enak saja jalan di samping kami tanpa berusaha meminta lagi untuk membawakan barang belanjaan kami. Ya kan?

Saat kami memacing-mancing pembicaraan tentang sesuatu hal, sebenarnya kami ingin kamu melakukannya untuk kami. Melakukan dengan effort yang lebih besar. Misalnya begini…

“Eh, aku besok malam ada acara di TMII lho”, ujar kami, para wanita.

“Acara apa?”, tanyamu, para laki-laki.

“Itu, ada pagelaran seni disana”

“Oh… mau dianterin?”

“Kamu nggak capek apa? Kan seharian kerja…”

“Iya juga sih… Ya udah kamu bisa naik kendaraan umum sendiri kan?”

Kalau sudah sampai pada titik itu, biasanya kami langsung gondok tanpa sebab. Mengapa hal itu terjadi? Karena sebenarnya kami menginginkan kamu untuk terus menawarkan diri dengan usaha yang lebih ekstra. Membuktikan kalau kami berharga di mata kamu…

Hal-hal di ataslah yang banyak tidak diketahui dan dimengerti oleh laki-laki.

Untuk Para Laki-Laki

Perempuan menurut saya adalah makhluk yang unik. Saya sebagai perempuan sangat merasakan hal itu.

Terkadang saat kami bilang “iya, nggak papa”, sebenarnya di dalam hati kami gondoknya bukan main.

Terkadang saat kami bilang “nggak usah, aku bisa sendiri kok”, sebenarnya kami sangat menginginkan laki-laki untuk sedikit mengeluarkan effort yang lebih, membuktikan kalau kami berharga di mata laki-laki.

Terkadang saat kami pergi meninggalkan laki-laki, sebenarnya kami menunggumu untuk datang…

Yah, memang seperti itulah wanita… Sangat susah ditebak. Oleh sebab itu, pandai-pandailah membaca gelagat, gerak tubuh, ekspresi muka dan juga “sinyal-sinyal” yang diberikan oleh wanita.

Sebagian besar wanita memiliki gengsi tingkat tinggi. Mereka nggak akan meminta sesuatu secara terang-terangan. Biasanya wanita hanya berani sampai pada tataran “mancing-mancing” atau memberikan sinyal tentang apa yang sebenarnya dia inginkan. Nah, pandai-pandailah untuk mengartikan apa yang sebenarnya diinginkan oleh wanita.

Di luar semua itu, wanita adalah makhluk yang terlihat kuat dan kokoh tapi sebenarnya sangat rentan sekali untuk rapuh. Maka dari itu, jangan sekali-kali menyakiti hati wanita.

Untuk Para Wanita

Laki-laki adalah makhluk yang apa adanya. Mereka tidak seperti kita. Mereka tidak akan tahu apa yang kita inginkan kalau tidak kita komunikasikan dengan gamblang.

So, cobalah untuk mengubah ritme komunikasi diri sendiri. Komunikasikan apa yang kita inginkan. Jelaskan sampai sejelas-jelasnya. Agar mereka paham dengan keinginan kita. Karena kalau tidak, yang terjadi akan seperti ini, “kita inginnya begini tapi mereka mengartikannya begitu”. Sesuatu yang tidak dikomunikasikan dengan baik dapat memicu salah paham yang berujung pada pertengkaran.

Karena Kita Berbeda

Laki-laki dan perempuan diciptakan dengan struktur kromosom yang berbeda. Hormon yang dominan pada laki-laki dan perempuan pun berbeda. Hormon yang berbeda ini dapat menyebabkan kinerja otak antara laki-laki dan perempuan juga berbeda. Hal ini berakibat pada pola pikir dan perilaku yang berbeda pula antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan-perbedaan inilah yang terkadang tanpa disadari bisa memicu kesalahpahaman yang berujung pada pertengkaran. Terlebih lagi jika perbedaan alami ini “dikompori” dengan faktor budaya, hmmm… bisa jadi suatu pertengkaran yang hebat…

Oleh sebab itu, yang dibutuhkan hanyalah komunikasi yang baik dan rasa saling pengertian. Cobalah untuk melihat dari sudut pandang orang lain. Jangan melulu hanya dari sudut pandang kita. Cobalah hal ini dengan mulai “kalau misalnya aku yang ada diposisinya…apa yang kurasakan atau apa yang akan kulakukan…”

Semua ini… Karena kita berbeda…

Bogor, 21 Juli 2010 11:44

~Okvina Nur Alvita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: