Tentang Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK)

“IKK? Belajar apaan disana?”

“IKK apaan sih?”

“Ilmu Keluarga dan Konsumen? Baru denger. Emang ada ya?”

“Terus di IKK ngapain aja tuh?”

Sungguh, saya teramat sangat kenyang ditanya seperti itu dan saya juga sudah over exhausted untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Makanya saya berinisiatif untuk menjelaskan Departemen saya dan apa saja yang saya pelajari di sana melalui tulisan.

Okay, saya mulai dari sejarah IKK ya.

Sejarah IKK

Dosen IKK

Jaman dahulu kala (haduh, kok kayak mo ngedongeng sih?? :P), IKK itu namanya juga IKK (lho, kok?). Iya, sama IKK juga, tapi kepanjangannya yang beda. Kalau IKK yang jaman dulu itu singkatan dari Ilmu Kesejahteraan Keluarga, sedangkan kalau yang sekarang Ilmu Keluarga dan Konsumen. Nah, pada tahun… (tahun berapa ya? Maaf saya lupa…), IKK (Ilmu Kesejahteraan Keluarga) berganti nama menjadi GMSK, singkatan dari Gadis Manis Santapan Kehutanan, ups salah, Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga maksudnya, hehehe…😛

But just for your information, singkatan yang pertama itu sangat populer karena banyak cewek GMSK yang akhirnya menikah sama cowok Fak.Kehutanan, soalnya letak kampus yang berdekatan. Selain itu, mahasiswa GMSK sebagian besarnya adalah para cewek dan mahasiswa Fak.Kehutanan sebagian besarnya adalah para cowok, jadi ya gitu deh, saling naksir-naksiran😀. Begitu ceritanya.

Di GMSK, mahasiswa belajar tentang gizi dan juga keluarga. Karena dua disiplin ilmu tersebut sudah sama-sama bisa berdiri sendiri dan biar mahasiswa lebih fokus dalam belajar, maka pada tahun… (2005 apa 2004 ya? Kalau nggak salah 2005 deh. Maaf-maaf, long term memory saya udah agak error soalnya… :D), keluar SK Rektor IPB (ya iyalah Rektor IPB, masa mau Rektor Univ.Mulawarman sih?? :D) yang intinya berisi terbentuknya departemen baru di IPB atau di Bogor Agricultural University, yaitu departemen IKK (Ilmu Keluarga dan Konsumen) di bawah naungan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA). Singkatnya sih begitu cerita terbentuknya departemen IKK.

Materi Kuliah di IKK

Mahasiswa IKK angkatan 42

Lalu-lalu, apa yang saya pelajari di IKK? Yang pasti semuanya tentang keluarga, anak dan konsumen. Saya belajar tentang keluarga from beginning until retirement. Nah, karena inti yang dipelajari adalah perkembangan keluarga dari mulai terbentuknya sampai maut memisahkan (halah), maka saya juga belajar tentang anak (keluarga sebagian besar punya anak khan?), pengasuhan dan pendidikan anak, ekonomi keluarga, manajemen sumberdaya keluarga dan konsumen.

Konsumen

Saya tahu, pasti yang ada dalam pikiran Anda sekarang, “konsumen, apa hubungannya sama keluarga?”, ya kan? Jadi begini, sebagian besar keluarga itu merupakan konsumen terakhir. Mereka mengkonsumsi semua kebutuhan manusia, mulai dari kebutuhan primer, sekunder sampai tersier. Nah, karena keluarga merupakan konsumen tingkat akhir maka perlu dipelajari juga bagaimana menjadi konsumen yang baik sekaligus bijak melalui perilaku konsumen (psikologinya konsumen), riset konsumen dan pemasaran untuk produk-produk sosial. Selain itu, saya juga belajar pendidikan dan perlindungan konsumen, yang intinya untuk melindungi konsumen, terutama keluarga.

Keluarga

Kalau untuk keluarga sendiri, saya belajar tentang teori-teori yang berkaitan dengan tugas dan perkembangan keluarga di tiap tahapannya. Saya belajar tentang coping strategy keluarga dalam menghadapi segala permasalahan yang mungkin terjadi dalam keluarga, pemberdayaan keluarga, ekonomi keluarga, manajemen sumberdaya keluarga dan yang paling utama, saya juga belajar tentang ekologi keluarga (ya iyalah, IKK kan ada di Fakultas Ekologi Manusia, masa iya nggak belajar tentang basic ilmunya).

Anak

Mengapa kami juga harus belajar tentang anak di IKK? Karena semua keluarga pastinya menginginkan memiliki anak untuk melanjutkan keturunan. So, anak merupakan salah satu hal yang tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan keluarga. Oleh sebab itu di departemen ini saya juga belajar psikologi anak, tumbuh kembang manusia, pengukuran perkembangan anak, pengasuhan (parenting), pendidikan karakter dan pendidikan holistik. Kami juga mempelajari tentang pendidikan karena membesarkan serta mengasuh anak tidak dapat dipisahkan sama yang namanya pendidikan. Makanya kami juga harus mengerti dan paham pendidikan apa yang tepat sekaligus patut untuk anak.

Itulah semua yang saya pelajari di Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen. Sesuai dengan motto IKK dan tujuan mulia keilmuan di IKK, Building Human Capital for Better Lives, maka fokus utama IKK adalah bagaimana mencetak sumberdaya manusia berkualitas dimulai dari keluarga.

Konsultasi Keluarga dan Anak

Hubungan IKK dengan Pertanian?

Saya sering mendapatkan pertanyaan lanjutan, “terus hubungannya dengan pertanian apa dong??”. Ya of course sangat berhubungan, apalagi kalau pertanian dipandang secara luas.

Begini ya, sebagian besar penduduk Indonesia itu masih tinggal di areal pedesaan (tapi maaf saya belum cek data pastinya). Areal pedesaan identik dengan pertanian (ingat pertanian nggak cuman pertanian yang di sawah, kebun atau ladang aja lho ya, ada peternakan, perikanan, kelautan, kehutanan), disamping itu industri-industri yang bergerak di bidang pertanian juga termasuk dalam ruang lingkup pertanian. Nah, karena sebagian penduduk Indonesia masih bergerak di bidang pertanian, maka tugas IKK adalah menyiapkan manusia-manusia pertanian menjadi sumberdaya yang berkualitas dimulai dari keluarga. Oleh sebab itu, Ilmu Keluarga dan Konsumen sangat urgent untuk dipelajari karena sampai kapan kita mau trial error terus dalam membentuk keluarga dan dalam mengasuh anak??? Kalau mau seperti itu terus, ya nggak bakalan maju-maju negeri kita tercinta ini! (Waduh, kok jadi esmosi gini ya?? :D)

Ya, begitulah kira-kira hubungannya Ilmu Keluarga dan Konsumen dengan pertanian.

IKK secara Global

Ilmu Keluarga dan Konsumen serta Fakultas Ekologi Manusia memang merupakan disiplin ilmu yang sangat baru di Indonesia. IPB (Bogor Agricultural University) merupakan satu-satunya universitas yang menyediakan jurusan ini. Di Asean sendiri, hanya ada 3 universitas yang ada Fakultas Ekologi Manusianya (Family and Consumer Sciences termasuk di dalamnya), Bogor Agricultural University (Indonesia), Universiti Putra Malaysia (Malaysia) dan University of Philippines (Filipina). Sedangkan untuk tingkat global, Fakultas Ekologi Manusia salah satunya ada di Amerika yaitu di Cornell University.

Insya Allah, kami lulusan IKK merupakan para ahli di bidang Keluarga. Jadi buat calon presiden 2029 dari Mafia 2029 (Forum Indonesia Muda), kalau mau cari menteri negara pemberdayaan perempuan dan segenap jajaran petingginya atau kepala BKKBN dan Bapenas, seharusnya ya dari lulusan IKK (Hohoho, numpang promosi). Karena at least kami mengerti dan paham basic teori keluarga itu seperti apa dan paradigma yang benar tentang keluarga.

Bogor, 1 Juni 2010 08:34

~Okvina Nur Alvita

P.S: hadeuhhh, saya bukannya belajar untuk sidang skripsi tanggal 4 Juni nanti, malah bikin tulisan tentang ini… hehehe… :p

22 Komentar

  1. tyo

    wah kesempatan studi ke LN nya masih luas dong ya..?!
    baru tahu ada yang kayak bgini, kawan2 IPB sy nggak pernah cerita yg bginian…

    • ya jelas masih dong…
      wajar, karena anak IPB aja masih banyak yang kurang ngerti tentang jurusan IKK kok…

  2. Ilmu Keluarga dan Konsumen…..
    itu juga jurusan saya mbak…hehehe
    biar baru ada satu-satunya di Indonesia…tapi saya bangga bisa jadi bagian dari jurusan ini….

  3. chandra

    kk,aku mau tanya. IKK UNj sama IPB sama gag si???
    dlm bidang prospek kerja apa bedanya????

  4. istikhamah

    aku juga mayor IKK di IPB..
    pokoknya bangga deh masuk IKK, hehehe🙂
    ka, ijin share yaa, hehehe

  5. ana

    kaka.. IKK itu berdirinya dari tahun berapa di ipb?
    sudah t’akreditasi?
    maaf nih ka bnyak tanya. jadi berminat.🙂

  6. Cita-cita bwt lanjut ke S2 IKK n skrg sya msh kuliah IKK S1 UNJ…
    ada gak beasiswa tk tahun depan?

  7. galoeh

    kak tanya ttg status akreditasi prodi IKK.
    aq minat bgt ngambil prodi ini lwt jalur undangan…kr2 gmn kak ?😮
    d blz kak y .

  8. damara

    Hallo kak!
    wah… berguna banget infonya. aku jadi lebih banyak tau ttg IKK.
    soalnya aku bakal ambil kuliah di situ hehe:D makasih ya kak

  9. nabilah

    numpang koment, saya juga mahasiswa jurusan PKK
    (Pendidikan Kesejahteraan Keluarga ) UPI Bandung.
    diliat dr mata kuliah IKK IPB itu sama dengan mata kuliah PKK UPI
    Lalu perbedaannya apa dengan jurusan PKK UPI Bandung ? mohon balesanya teteh

  10. AKU MAU NANYA DONG, jurusan Gizi masyarakat sama Ilmu keluarga dan konsumen apa bedanya? soalnya aku ngeliat begini :

    Fakultas Ekologi Manusia (FEMA)
    Info lengkap : http://www.fema.ipb.ac.id

    (1) Gizi Masyarakat (GMSK)
    (2) Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK)*
    (3) Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (KPM)*

  11. aku juga mau IKK IPB:’) doakan aku yaaa:)

  12. arlinda

    peluang kerjanya gimana mbak ?

  13. desi

    kak, saya siswa kelas 3 sma sekarang. saya punya minat yang besar ke jurusan ini. tapi saya masih agak bingung gimana prospek kerjanya ?

  14. hidup IKK…
    jayalah IPB,,,,
    dengan IKK = Ikatan Kerja Keras,,, tumbuhkan jiwa Ilmu Keluarga dan Konsumen
    http://widicahyani.student.ipb.ac.id/

  15. di UPI jg ada,, bkn IKK but PKK,,

  16. Peminatnya tahun ini banyak gak mba? Saya pelajar kelas 12 dan ada niatan mau lanjut disini. Oh iya, jurusan IKK itu dari tahun berapa ya mba? Masih di reply gak ya bwahaha

  17. Tina Han

    Prospek kerjanya spti apa kak? rncananya InsyaAllah sya akn ambil departemen itu. oh ya, terimakasih y kak untuk infonya

  18. 190396

    sma kayak yang lainya kak, prospek kerjanya gmana ya kak? saya berminat djurusan ini krna saya menyukai hal yang berkaitan dg sosial,keluarga,dn jasa pada masyarakat. trim’s🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: