Tentang “Pernikahan”

Kembali untuk kesekian kalinya, saya meresahkan hal ini. Melihat satu per satu teman saya melepaskan masa lajangnya, memulai hidup baru yang bahagia, sangat munafik kalau saya tidak bereaksi akan hal itu.

Berawal ketika mendengar bahwa salah seorang teman seagkatan saya (satu SMA dan satu universitas) memutuskan untuk menikah, ada rasa nggak percaya dalam hati ini. Masa sih si ”A” nikah secepat ini? Sama siapa? Apa dia udah siap?

Pertanyaan-pertanyaan itu berulang ketika ada salah satu teman SMA yang juga mengakhiri masa lajangnya. Gak percaya mereka bakalan nikah secepat ini…

Melihat bahagia di wajah mereka, jujur saya iri… iri sekali… kapan yah saya bisa ngerasain apa yang mereka rasakan? Merasakan kebahagiaan itu? merasakan menjadi wanita yang ”sempurna”?

Sebenarnya yang menjadikan saya teramat sangat gamang adalah bukan kapannya saya menikah, tapi dengan siapa saya akan berbagi hidup nanti…

23 going to 24, di akhir masa studi S1 saya saya semakin khawatir… Khawatir karena takut setelah bekerja nanti, saya terlalu asyik dengan dunia saya dan melupakan hal itu… Dan takut juga, setelah saya “tersadar”, saya sudah sangat terlambat…

Oke, jodoh memang di tangan Tuhan dan Tuhan juga telah menakdirkan manusia untuk saling berpasang-pasangan. Tapi saya tetap gamang… Gamang karena sampai saat ini saya belum menemukan orang yang pas menurut saya…

Memang, saya tidak ingin menikah dalam waktu dekat, saya masih ingin bekerja dan melanjutkan S2 saya dulu. Tapi saya ingin saya punya pandangan siapa pendamping hidup saya nanti… Orang yang mau berbagi segalanya denan saya, menerima saya apa adanya, bisa memperlakukan saya dengan baik dan tentunya bisa menjadi imam saya…

Pernikahan…

Menurut saya ini adalah suatu hubungan yang teramat sangat sacral. Tidak main-main, hidup saya yang akan saya pertaruhkan untuk satu kata itu…

Saya tidak mau main-main untuk menentukan partner saya untuk satu kata itu…

Tapi di sisi lain, saya seringkali ragu. Ragu apakah saya bisa jadi istri yang baik? Apakah saya bisa jadi ibu yang baik? Dan apakah saya bisa menjalankan amanah yang telah diberikan Tuhan untuk saya…? Terus apa suami saya…????

Keraguan ini yang seringkali membuat saya takut untuk memikirkan tentang pernikahan. Takut untuk berharap yang terlalu tinggi tentang pernikahan. Dan takut untuk berekspektasi yang terlalu tinggi akan pasangan hidup saya nanti…

Biarlah keraguan ini hanya Tuhan yang tahu jawabannya…

Dan biarlah hanya Tuhan yang menentukan kapan waktu yang tepat untuk menjawabnya…

Satu hal yang pasti, saya yakin kalau Tuhan telah menyiapkan orang terbaik untuk saya…

Bukan, bukan dari kacamata saya, tapi dari kacamata Tuhan…

Bogor, 1 Februari 2010 00:32

~Okvina Nur Alvita

Kembali untuk kesekian kalinya, saya meresahkan hal ini. Melihat satu per satu teman saya melepaskan masa lajangnya, memulai hidup baru yang bahagia, sangat munafik kalau saya tidak bereaksi akan hal itu.

Berawal ketika mendengar bahwa salah seorang teman seagkatan saya (satu SMA dan satu universitas) memutuskan untuk menikah, ada rasa nggak percaya dalam hati ini. Masa sih si ”A” nikah secepat ini? Sama siapa? Apa dia udah siap?

Pertanyaan-pertanyaan itu berulang ketika ada salah satu teman SMA yang juga mengakhiri masa lajangnya. Gak percaya mereka bakalan nikah secepat ini…

Melihat bahagia di wajah mereka, jujur saya iri… iri sekali… kapan yah saya bisa ngerasain apa yang mereka rasakan? Merasakan kebahagiaan itu? merasakan menjadi wanita yang ”sempurna”?

Sebenarnya yang menjadikan saya teramat sangat gamang adalah bukan kapannya saya menikah, tapi dengan siapa saya akan berbagi hidup nanti…

23 going to 24, di akhir masa studi S1 saya saya semakin khawatir… Khawatir karena takut setelah bekerja nanti, saya terlalu asyik dengan dunia saya dan melupakan hal itu… Dan takut juga, setelah saya “tersadar”, saya sudah sangat terlambat…

Oke, jodoh memang di tangan Tuhan dan Tuhan juga telah menakdirkan manusia untuk saling berpasang-pasangan. Tapi saya tetap gamang… Gamang karena sampai saat ini saya belum menemukan orang yang pas menurut saya…

Memang, saya tidak ingin menikah dalam waktu dekat, saya masih ingin bekerja dan melanjutkan S2 saya dulu. Tapi saya ingin saya punya pandangan siapa pendamping hidup saya nanti… Orang yang mau berbagi segalanya denan saya, menerima saya apa adanya, bisa memperlakukan saya dengan baik dan tentunya bisa menjadi imam saya…

Pernikahan…

Menurut saya ini adalah suatu hubungan yang teramat sangat sacral. Tidak main-main, hidup saya yang akan saya pertaruhkan untuk satu kata itu…

Saya tidak mau main-main untuk menentukan partner saya untuk satu kata itu…

Tapi di sisi lain, saya seringkali ragu. Ragu apakah saya bisa jadi istri yang baik? Apakah saya bisa jadi ibu yang baik? Dan apakah saya bisa menjalankan amanah yang telah diberikan Tuhan untuk saya…? Terus apa suami saya…????

Keraguan ini yang seringkali membuat saya takut untuk memikirkan tentang pernikahan. Takut untuk berharap yang terlalu tinggi tentang pernikahan. Dan takut untuk berekspektasi yang terlalu tinggi akan pasangan hidup saya nanti…

Biarlah keraguan ini hanya Tuhan yang tahu jawabannya…

Dan biarlah hanya Tuhan yang menentukan kapan waktu yang tepat untuk menjawabnya…

Satu hal yang pasti, saya yakin kalau Tuhan telah menyiapkan orang terbaik untuk saya…

Bukan, bukan dari kacamata saya, tapi dari kacamata Tuhan…

Bogor, 1 Februari 2010 00:32

~Okvina Nur Alvita

3 Komentar

  1. anggra waskito

    saya berencana menikah tahun ini. saya tahun lalu baru merasa “now it’s the time”, saya siap. tapi tetap saja saya gamang menghadapi bulan-bulan yang akan datang ini. saya sudah melihat teman2 yang menikah dan bahagia, yang bercerai, yang selingkuh, yang menikah lagi, yang takut akan pernikahan. masa depan penuh ketidakpastian dan bukan tempat yang aman bagi orang yang berkecil hati. semoga kita semua selamat dalam mengarunginya…

  2. za lebih tenang jadinya setelah baca ini vi ^_^

    • Alhamdulillah tulisan yang sederhana ini bisa bikin tenang hati orang lain…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: