Dua Malam Latihan, Indonesia Borong Tepuk Tangan

Media Indonesia, 28 Juni 2009

Selain membahas tentang hak asasi manusia (HAM), ditinjau dari berbagai aspek kehidupan, salah satu rangkaian kegiatan dari International Student Week in Ilmenau (ISWI) 2009 di Ilmenau, Jerman, adalah International Brunch. Ajang itu merupakan pertukaran budaya dan makanan khas dari negara-negara peserta seperti Turki, Palestina, Australia, Nigeri, dan Indonesia.

Indonesia yang kaya akan budaya tradisional, kesenian daerah dan makanan khas tentu saja tak mau ketinggalan. Bahkan, penampilan delegasi-delegasi Indonesia mendapat atensi yang sangat meriah. Sebanyak sembilan belas anggota delegasi Indonesia menampilkan tiga kesenian khas, tari Saman, Mapag Sunda, dan permainan alat musik tradisional Indonesia, angklung.

Khaerul Umur, mahasiswa UPI Bandung, menampilkan Mapag Sunda. Gerakan-gerakan Mapag Sunda yang menarik serta penampilan yang apik Khaerul Umur mampu memicu adrenalin dari pengunjung. Alhasil, pengunjung lalu berdesakan agar dapat melihat kesenian Indonesia lainnya.

Persembahan selanjutnya adalah tari Saman. Tarian tradisional asal Aceh ini membutuhkan konsentrasi dan kekompakan, tapi delegasi Indonesia cuma punya bekal latihan dua malam. Namun, teriakan khas dan nyanyian penghantar tari Saman yang unik membuat sembilan orang delegasi Indonesia, dipimpin oleh Okvina Nur Alvita, mahasiswa Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB, mendapat tepukan riuh.

Sajian terakhir adalah alat musik angklung. Suara khas alat musik bambu ini lagi-lagi membuat delegasi Indonesia mendapat tepuk tangan meriah. Bahkan beberapa pengunjung menyatakan ketertarikannya dan berminat untuk belajar. Mereka berbondong-bondong memenuhi stan delegasi Indonesia sembari menikmati beberapa makanan khas.

Para pengunjung International Brunch tidak hanya peserta ISWI 2009, tapi juga dosen Universitas Teknologi Ilmenau dan masyarakat lokal. Secara keseluruhan, para pengunjung menyatakan sangat terkesan dengan persembahan rombongan dari Indonesia. Mereka pun mengapresiasi kekompakan para mahasiswa Indonesia di atas panggung.

Kesembilan belas delegasi Indonesia untuk ISWI sendiri sebenarnya baru bertemu satu sama lain di Jerman dua hari sebelum acara berlangsung. Persiapan untuk penampilan budaya pun baru dilakukan dua hari menjelang acara.

Namun, minimnya waktu yang dimiliki bukanlah suatu halangan bagi mereka untuk memberikan penampilan luar biasa. Itu karena kecintaan dan kebanggan mereka pada tradisi bangsanya. Okvina Nur Alvita, salah seorang delegasi Indonesia dari IPB, mengungkapkan perasaan yang sangat mengharu biru saat berada di negeri orang .

Sehingga kontribusi untuk membuktikan kecintaan terhadap budaya bangsa pun dilakukan semaksimal mungkin. Semoga perasaan itu juga terbawa hingga ke Tanah Air.

2 Komentar

  1. Assalamu alaikum ….., waktu lg searching ttg beasiswa sekolah di LN (harapan sy seh) sys baca blog ini…menurut saya cukup memotifasi…..salam kenal mba…wasalamu alaikum

  2. Assalamualaikum mba vina. Kenalkan aku dinda, mahasiswa IKK – IPB juga mba. Waktu aku lagi cari-cari info tentang ISWI aku nemu blog mba vina. Mba aku boleh minta kontak mba vina? nomor handphonenya mungkin mba? Aku pengen nyoba ikut ISWI juga tapi bingung cari info nya. Mohon bantuannya ya mba Vina😀 makasiiiih🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: