Reconceptualizing Human Capital

Human capital atau jika diterjemahkan secara bebas dalam bahasa Indonesia adalah modal manusia memiliki kontribusi yang cukup besar dalam laju perekonomian. Untuk mengembangkan modal manusia tersebut dibutuhkan beberapa kemampuan dasar manusia, yaitu kemampuan fungsi fisik, kemampuan kognitif, kemampuan mengendalikan diri, dan kemampuan pengasuhan.

Kemampuan fungsi fisik adalah kemampuan yang berkaitan dengan kesehatan, keterampilan dan motivasi agar berfungsi. Kemampuan fungsi fisik mempengaruhi produktifitas kerja seseorang.

Kemampuan fungsi kognitif berhubungan dengan kemampuan penggunaan bahasa, pemikiran atau kalkulasi untuk menyelesaikan masalah. Kemampuan kognitif merupakan suatu input produksi. Beberapa studi menunjukkan adanya hubungan antara kemampuan kognitif terhadap tingkat pendapatan seseorang.

Kemampuan untuk mengendalikan diri menurut Daniel Goleman kuncinya adalah kedisiplinan diri dalam emosional intelegent. Kemampuan mengendalikan diri seseorang ditentukan oleh kemampuannya dalam menahan untuk melakukan sesuatu demi mendapatkan kepuasan yang lebih tinggi di masa selanjutnya. Pengendalian diri merupakan hal yang mendasar dan penting karena tujuan yang dihasilkan dapat berlipat ganda. Pengendalian diri tersebut bekerja dalam jangka waktu lama saat ini yang dapat menghasilkan reward di kemudian hari. Kemampuan mengendalikan diri tidak hanya dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang berlipat ganda di masa yang akan datang, tetapi juga untuk mengembangkan kemampuan lain, misalnya: rela berkorban, mengutamakan kewajiban, dan menumbuhkan sifat altruisme.

Kemampuan pengasuhan berhubungan dengan kategori kemampuan fisik, kognitif dan keadaan emosional. Dalam kemampuan pengasuhan bukan hanya kemampuan atau keterampilan yang harus dimiliki oleh orang tua dalam mengasuh anaknya, namun juga kemampuan diri untuk mengasuh diri sendiri dalam berbagai situasi. Akan tetapi pengasuhan yang diberikan oleh orang tua menjadi bahasan utama yang penting bagi kemampuan anak mengembangkan kemampuan pengasuhannya (yang akan menjadi pengasuh untuk generasi berikutnya). Pengasuhan yang tepat haruslah diberikan pada anak sejak usia dini karena pada masa tersebut anak akan lebih mudah menyerap segala sesuatu yang diberikan oleh orang tua padanya. Sama lahnya dengan kemampuan mengendalikan diri, kemampuan pengasuhan dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan lain pada diri anak. Beberapa studi menunjukkan bahwa dalam pengasuhan yang baik perkembangan fisik, kognitif, emosi dan juga pengendalian diri anak juga akan berkembang dengan baik pula. Kemampuan pengasuhan merupakan aspek yang sangat penting dalam membentuk SDM yang berkualitas, namun sayangnya para ahli ekonomi masih belum terlalu memperhatikan dimensi ini pada pembentukan SDM.

Untuk mengembangkan semua kemampuan tersebut, baik individu maupun orang tua umumnya melakukan “investasi” melalui beberapa perilaku dan treatment baik yang disengaja atau tidak demi tujuan yang ingin dicapai pada masa yang akan datang.

2 Komentar

  1. Human Being….
    Nice Article….
    salam kenal dari saya dan salam sukses…

  2. Abdurrahman Arum

    Bisa dibikin lebih riil mbak?

    Problem utama kita di Indonesia adalah penghargaan yang terlalu rendah terhadap human capital. U see, sebagian besar resepsionis yang bekerja di kantor adalah lulusan D3, bahkan sebagiannya sarjana. Hanya untuk mengangkat telp diperlukan kuliah sampai tiga empat tahun. Sangat mubadzir.

    Di satu sisi view yang berkembang adalah tenaga ahli di Indonesia sangat kurang. Tapi pada sisi yang lain, tenaga ahli tersebut bertebaran di mana-mana, mengerjakan apa saja untuk sekedar mencari makan. Dan sebagiannya lagi tanpa pekerjaan sama sekali. Ini human capital paradox.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: