KKTM (Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa) Bidang Pendidikan 2008

PENDIDIKAN HOLISTIK BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA KTSP (KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN): JAWABAN MENINGKATKAN SOCIAL CAPITAL INDONESIA DAN DAYA SAING BANGSA

Disusun oleh:

Okvina Nur Alvita

Gina Ginanjarsari

Ahmad Alam

RINGKASAN

Millennium Development Goals atau disingkat MDG’s adalah sebuah inisiatif pembangunan yang dibentuk pada tahun 2000, oleh perwakilan-perwakilan dari 189 negara dengan menandantangani deklarasi yang disebut sebagai millennium declaration. Millennium Declaration ini mengandung 8 poin yang harus dicapai sebelum tahun 2015. MDG’s poin ke dua adalah Achieve Universal Primary Education atau dalam terjemahan bebas bahasa Indonesianya adalah pendidikan untuk semua. Terkait dengan poin ke dua dari MDG’s yang harus dicapai oleh negara-negara yang menandatangani deklarasi tersebut, termasuk Indonesia, maka pemerataan pendidikan di Indonesia menjadi sorotan penting untuk dapat mencapai MDG’s.

Berdasarkan Human Development Report dari UNDP, Human Development Index (HDI) Indonesia tahun 2007/2008 menempati peringkat 107, dua peringkat di bawah Vietnam. Indikator dari HDI meliputi pendapatan perkapita, akses terhadap pendidikan dan akses terhadap kesehatan. Artinya, dengan peringkat HDI Indonesia tahun 2007/2008 tersebut dapat memberikan gambaran pada kita bahwa masih banyak “PR” yang harus diselesaikan untuk mencapai MDG’s.

Peringkat Indonesia pada HDI dapat menjadi suatu indikator dari kualitas pendidikan di Indonesia. Peringkat Indonesia yang hanya menempati angka 107 memberikan gambaran bagi kita bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah. Terkait dengan hal tersebut maka dalam sistem pendidikan di Indonesia masih banyak hal yang harus dibenahi. Pemerintah telah melakukan beberapa perbaikan pada sistem pendidikan yang berlaku saat ini, salah satunya dengan memberlakukan kurikulum baru sejak tahun 2006.

Kurikulum yang saat ini berlaku di Indonesia adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Implementasi KTSP menemui berbagai permasalahan. Permasalahan yang umumnya dihadapi dalam mengimplementasikan KTSP antara lain: keterbatasan kualitas sumber daya manusia, kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung, kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah. Kendala tersebut membuat KTSP belum berajalan sebagaimana mestinya. Banyak sekolah-sekolah yang menerapkan KTSP tanpa pengetahuan yang cukup. Hal tersebut tentu harus dicari solusinya, karena pada hakekatnya KTSP merupakan kurikulum yang telah terintegrasi. Hanya saja dalam implementasi di lapangan menemui banyak kendala. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dalam implementasi KTSP salah satu solusinya yakni dengan menerapkan metode pembelajaran menggunakan konsep “Pendidikan Holistik Berbasis Kearifan Lokal”.

Pendidikan holistik berbasis kearifan lokal menggabungkan konsep pendidikan holistik dengan konsep kearifan lokal. Model pendidikan seperti ini mampu menumbuhkan beberapa unsur penopang social capital, diantaranya adalah kemandirian dan tunggung jawab, kejujuran/amanah, kepemimpinan dan keadilan, kepedulian dan kasih sayang. rendah hati dan baik hati, partisipasi dan apresiasi, merumuskan suatu kesepakatan untuk memecahkan suatu permasalahan, kerjasama. Social capital sangat berkaitan dengan kualitas sumberdaya manusia. Social capital tersebut digunakan oleh suatu bangsa untuk meningkatkan daya saingnya pada era globalisasi karena hanya kualitas sumberdaya manusialah yang mampu menjawab tantangan bangsa di era mendatang.

Fukuyama (2007) dalam bukunya yang berjudul Trust: Kebajikan Sosial dan Penciptaan Kemakmuran menyatakan bahwa hanya negara-negara yang memiliki trust (social capital) tinggi-lah yang mampu bersaing pada era globalisasi mendatang. Oleh sebab itu, sangat penting menumbuhkan dan meningkatkan social capital Indonesia sebagai modal bangsa Indonesia untuk bersaing di kancah internasional dan mencapai Millennium Development Goals (MDG’s), salah satu caranya melalui “Pendidikan Holistik Berbasis Kearifan Lokal”.

Download makalah selengkapnya DISINI.

5 Komentar

  1. wah…subhanallah sekali…

    keren…bagi2 pengalaman dunk, tukeran KTI

    sapa tau bisa joinan bikin KTI baru

    heheh

    salam PSDMI

  2. veean

    hebat…..hebat……

    kapan2 sharing ilmu yach….
    blh khan…..????

  3. this homepage is good as as a place to share opinion with young people around indonesie, pour quoi quel que eleves n’est pas accces cette site, merci

    marjohan a batusangkar

  4. ratih

    assalamualaikum. perkenalkan saya adalah ratih mahasiswi purwokerto yang sedang dalam pengerjaan skripsi, mohon bertanya: sebenarnya siapa pencetus pendidikan holistik yang pertama?
    sekedar untuk diketahui skripsi saya berjudul “pendidikan holistik dalam perspektif Anand Krishna (ikhtiar mewujudkan PAI idel

    saya kesulitan mencari referensi buku Anand Krisna.

    boleh membantu!

  5. delfi

    hebat, mash muda udah punya punya tmpt share ttg pddka teruskan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: