Presentasi Pemikiran Kritis Mahasiswa (PPKM)

TELAAH KRITIS PENGARUH KEBIJAKAN IMPOR BERAS TERHADAP KESEJAHTERAAN PETANI INDONESIA

oleh:

Okvina Nur Alvita

Novida Nurmayanti

Febi Damiko

RINGKASAN

Sebagai negara agraris, Indonesia senantiasa dihadapkan pada berbagai kompleksitas isu dan permasalahan yang terjadi di sektor pertanian, seperti kesejahteraan petani dan ketersedian stok beras nasional. Kompleksitas isu dan permasalahan tersebut merupakan sasaran potensial yang dijadikan alat para politisi dan birokrat. Hal ini dikarenakan, beras sering dijadikan komoditas politis dan bisnis sekaligus. Bahkan, pemerintah juga kerap menggunakan komoditas beras untuk menjaga stabilitas politik dan meredam keresahan masyarakat dari kerusuhan sosial. Permasalahan yang dikaji dalam penyusunan karya ilmiah ini adalah: (1) bagaimana perkembangan produksi dan konsumsi beras di Indonesia; (2) bagaimana kebijakan pemerintah dalam mengatasi permasalahan beras di Indonesia terkait dengan kesejahteraan petani; dan (3) bagaimana solusi alternatif untuk mengatasi masalah perberasan di Indonesia.

Hasil analisis memperlihatkan bahwa, produksi beras Indonesia cenderung meningkat, kecuali pada periode 1998-1999 terjadi penurunan produksi sebesar 619 ton dibandingkan dengan periode 1995-1997. Hal ini dikarenakan adanya kemarau yang berkepanjangan dan bersamaan dengan krisis ekonomi, sehingga impor beras mencapai puncaknya pada angka tertinggi sebesar 3,8 juta ton/tahun, dengan tingkat ketergantungan impor mencapai 10,7 persen. Selain itu, banyak faktor yang mempengaruhi menurunnya produksi beras di Indonesia seperti adanya konversi lahan, anomali cuaca, serta rendahnya pemakaian bibit unggul oleh petani.

Untuk mengatasi permasalahan beras di Indonesia, pemerintah sudah mengupayakan terciptanya peningkatan produksi dengan melakukan program intensifikasi, ekstensifikasi, maupun pemberian subsidi terhadap pupuk. Akan tetapi hasil yang terjadi untuk saat ini terlihat belum optimal. Peninjauan ulang harus dilakukan untuk melihat kembali faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ini, karena semuanya saling berhubungan dan terkait, apabila hal tersebut tidak dapat terealisasi maka ancamannya adalah produksi yang menurun dan dilakukannya impor beras. Impor beras memang menjadi jawaban yang paling tepat saat ini, karena dapat mencukupi jumlah konsumsi masyarakat Indonesia. Pernyataan ini juga didukung oleh Nilai Tukar Petani (NTP), dimana keterkaitan antara impor beras dengan kesejahteraan petani kurang mencerminkan adanya hubungan yang berkorelasi positif. Hal ini terbukti nilai NTP yang cenderung fluktuatif walaupun kebijakan impor beras tidak dilakukan. Kecenderungan fluktuatif ini mengindikasikan bahwa kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah tidak berpengaruh secara langsung terhadap kesejahteraan petani.

Impor beras yang dilakukan oleh pemerintah tidak berpengaruh secara langsung terhadap tingkat kesejahteraan petani dikarenakan oleh beberapa faktor. Salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi petani tidak terpengaruh dengan adanya impor beras adalah petani tidak secara langsung terkait dengan kebijakan harga dan insentif pasar. Selain itu, faktor lain yang juga mempengaruhi tidak berubahnya tingkat kesejahteraan petani walaupun ada kebijakan impor beras adalah panjangnya rantai distribusi yang harus dilewati dalam mekanisme pasar beras dan juga adanya permainan dari para spekulan maupun para pedagang beras yang hanya berorientasi pada keuntungan pribadi.

Namun demikian, sebelum melakukan impor beras, hendaknya pemerintah memperhatikan kuota dan mutu dari beras impor tersebut agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan baik petani, pedagang maupun konsumen. Sedangkan untuk masa depan, kita tidak boleh terlalu menggantungkan masalah pangan dengan impor, karena terlalu berbahaya. Kita harus berusaha meningkatkan jumlah produksi sesuai dengan laju penduduk. Beberapa solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan beras di Indonesia antara lain:

1. Perbaikan sistem distribusi perberasan.

2. Restrukturisasi lembaga pertanian baik pusat maupun daerah.

3. Membatasi konversi lahan untuk melindungi kepentingan semua pihak.

4. Impor boleh dilakukan tetapi tidak boleh melebihi jumlah beras yang dibutuhkan.

5. Adanya campur tangan pemerintah dalam mengatur sistem perberasan di Indonesia.

6. Meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian dengan cara mengefektifkan kembali program intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian,

7. Mengembangkan produk pertanian olahan.

8. Pemerintah daerah hendaknya menetapkan kebijakan tentang referensi harga beras daerah dan juga back up anggaran beras di tingkat provinsi.

9. Menaikkan HPP dan GKP pada saat panen raya agar petani mau menjual gabahnya ke pemerintah sehingga sistem distribusi menjadi lancar.

10. Melindungi petani pada saat panen raya dengan cara menaikkan bea masuk tarif impor.

11. Perlunya tinjauan ulang mengenai status Bulog sebagai perusahaan umum (perum).

12. Pemerintah harus lebih terkonsentrasi pada penyelesaian permasalahan perberasan jangka panjang karena impor beras yang dilakukan oleh pemerintah hanya efektif dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan beras dalam jangka pendek saja.

Download full paper DISINI

11 Komentar

  1. ochid

    salam kenal okti, aku Rosyid anak jogja.
    ngomong2 PPKM kamu lolos gak?

  2. lam kenal juga… tapi satu yang perlu dikoreksi adalah namaku bukan okti, tapi okvina.
    PPKM bukannya pengumumannya belum? atau udah ya? cuman aku aja yang gak tau? kalo ada informasi ttg PPKM jangan lupa kasi tau aku ya… Thank’s

  3. nta

    alo kak okvi….ni nta, lam kenal ya… nta jg ikut PPKm. Gmn pengumumannya???
    eh, blognya baguz… kapan2 mampir ke blog nta donk kak!!! ( http://ntacaholic.blogspot.com ).
    thanx…

  4. reni

    allow mbk okvina..lam kenal..
    aq udah bca ppkm tim mbk.okvina..
    bgus bgt…
    aq jg ikt..tp gk tau msuk ato gk..
    kul dimn?smstr brp?klo da lomba lg ksh tau ya mbk.okvina

  5. salman

    salam kenal okvi, boleh tau gmn caranya bisa pinter nulis kayak kamu….maksudnya apa aja yang kamu lakukan agar selalu mendapatkan ide-ide buat nulis

  6. untuk nta,,
    final PPKM udah selesai kira-kira satu bulan yang lalu… iya,, nanti aku mampir ke blog-mu…

  7. untuk reni,,
    salam kenal juga…
    makasih atas pujiannya… pasti punya kamu juga bagus,,
    final PPKM udah selesai kira-kira satu bulan yang lalu,,
    aku kuliah di IPB semester 4.
    Insya Allah kalo ada lomba2 aku kasih tau kamu.🙂

  8. untuk salman,,
    salam kenal juga juga,,
    aku masih beginner lho di dunia tulis menulis,, aku baru mulai nulis tuh awal februari di PPKM. so, kita sama2 belajar lah…
    cuman kalo ditanya apa yang dilakukan untuk mendapatkan ide2 untuk nulis,, jangan sepelekan hal2 yang kecil2, karena dari situ kadang akan muncul ide2 yang brilian, ok??🙂

  9. AL_fatih

    Assalamu’alaikum

    bagus sekali karngan mbak….. moga2 lulus dari DIKTI. salam kenal juga,, saya juga ikut PPKM tapi mbahas tentang sistem pendidikan di Indonesia. yakni UNAS sebagai parameter kelulusan ank didik bangsa…..

    Semoga Indonesia bisa terus maju dan mampu ersaing di kancah global…… Amin

    maju terus dan sukses selalu…..

  10. Mbak, dapat info PPKM 2009?
    kapan?

  11. eben

    kalo namanya impor beras ya pasti merugikan petani lah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: