Be Your Self…

Be Your Self… Banyak orang yang ngomong kalimat itu… Tapi apa siy arti kalimat itu sebenarnya??? Kalo kita translate-in ke bahasa ibu kita artinya “Jadilah Dirimu Sendiri”… Memang kita harus jadi diri sendiri supaya kita nggak tersiksa sendiri. Maksudnya??? Iya, jadi kalo kita berusaha untuk selalu membuat orang lain respek dan suka ama kita, kita sendiri yang jadi capek karena kita harus berubah dari cara bicara dsb yang ada pada diri kita untuk ngebuat orang lain suka ama kita… Nah, kalo kaya gitu ceritanya kan yang capek kita sendiri coz kita pasti punya banyak temen otomatis kalo kita pengen disukai oleh semua temen kita itu, kita akan selalu berubah-ubah seperti yang temen-temen kita sukai. Selain kita jadi capek, kita juga ga’ akan pernah nemuin jati diri kita sendiri kalo kaya gitu ceritanya, selain itu kita kesannya jadi jaim banget!!! Jaim siy perlu tapi jangan berlebihan… Jaim itu hanya diperlukan saat kita baru kenal ama orang karena nggak mungkin kan kita akan ngeluarin sifat-sifat atau karakter-karakter ‘aneh’ kita pada orang yang baru kita kenal… Tar yang ada orang itu malah nilai kita negative… Kalo kaya gitu ceritanya kapan kita bisa masuk ke lingkungan baru???

Memang nggak semua orang mentingin kesan pertama, tapi setidaknya kita harus memberi kesan yang baik dan mendalam saat pertemuan pertama dengan orang yang baru kita kenal supaya dia respek pada kita, kalo setelahnya kita akan jadi diri kita sendiri yang “aneh-aneh”, aku yakin orang lain bakalan lebih bisa nerima kita apa adanya diri kita.

Kita tidak bisa sembarangan “Be Your Self” di setiap tempat apalagi di lingkungan baru karena nggak semua orang bisa narima “kebiasaan-kebiasaan” kita yang kita anggap biasa tapi untuk orang lain itu nggak biasa… Jadi kita harus pinter-pinter memilah-milih tempat dimana kita bisa “Be Your Self” or ga’. Pada intinya kita harus bisa nempatin diri lah… Karena kita nggak bisa nuntut lingkungan baru untuk ngertiin “kebiasaan-kebiasaan” kita, sebisa mungkin kita yang harus bisa ngertiin lingkungan baru supaya kita nggak di-cap jelek ama mereka. Kalo setelahnya kita mau “Be Your Self” ya itu wajar karena nggak mungkin kan kita harus jaim terus dan aku yakin kalo udah kaya gitu pasti orang lain bakalan lebih bisa ngertiin “kebiasaan-kebiasaan” kita kok…

Dari semua uraian itu, yang dapat disimpulkan adalah kita harus jadi diri sendiri sekaligus kita juga harus bisa nempatin diri dimanapun kita berada… Itu aja intinya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: