<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My Reflection</title>
	<atom:link href="http://okvina.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://okvina.wordpress.com</link>
	<description>All about my mind, my heart and my soul....</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Nov 2011 12:16:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='okvina.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>My Reflection</title>
		<link>http://okvina.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://okvina.wordpress.com/osd.xml" title="My Reflection" />
	<atom:link rel='hub' href='http://okvina.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Quick Update</title>
		<link>http://okvina.wordpress.com/2010/10/13/quick-update/</link>
		<comments>http://okvina.wordpress.com/2010/10/13/quick-update/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Oct 2010 00:12:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>okvina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okvina.wordpress.com/?p=568</guid>
		<description><![CDATA[Dear All, dua bulan lebih saya nggak nulis di blog ini&#8230; Jadi kangen juga ternyata&#8230; Anyway, mau tahu kabar terbaru saya? Oke, this is it&#8230; Tanggal 10 Agustus 2010 Rumah Wisata Tour and Travel resmi dibuka. Ini adalah usaha pribadi saya yang pertama. Sejak tanggal 23 Agustus 2010 saya juga resmi jadi asisten dosen di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=okvina.wordpress.com&amp;blog=466686&amp;post=568&amp;subd=okvina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dear All, dua bulan lebih saya nggak nulis di blog ini&#8230; Jadi kangen juga ternyata&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Anyway, mau tahu kabar terbaru saya?</p>
<p>Oke, this is it&#8230;</p>
<ol>
<li>Tanggal 10 Agustus 2010 Rumah Wisata Tour and Travel resmi dibuka. Ini adalah usaha pribadi saya yang pertama.</li>
<li>Sejak tanggal 23 Agustus 2010 saya juga resmi jadi asisten dosen di IKK, one step to be a lecturer! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Tanggal 29 September 2010 akhirnya saya diwisuda, so resmi jadi Okvina Nur Alvita, S.Si.</li>
<li>Saat saya menulis update ini saya sedang di Bali&#8230; hehehe&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
</ol>
<p>Nahh, itu perubahan saya selama lebih dari sebulan ini&#8230;</p>
<p>Rencana kedepan?</p>
<p>Satu hal yang pasti saya akan fight untuk scholarship di Europe atau Amrik!</p>
<p>Doakan saya ya&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/okvina.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/okvina.wordpress.com/568/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/okvina.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/okvina.wordpress.com/568/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/okvina.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/okvina.wordpress.com/568/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/okvina.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/okvina.wordpress.com/568/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/okvina.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/okvina.wordpress.com/568/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/okvina.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/okvina.wordpress.com/568/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/okvina.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/okvina.wordpress.com/568/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=okvina.wordpress.com&amp;blog=466686&amp;post=568&amp;subd=okvina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okvina.wordpress.com/2010/10/13/quick-update/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/07df41e63a475992f0e1ea173da1becb?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ini Lho Saya…</title>
		<link>http://okvina.wordpress.com/2010/08/12/ini-lho-saya%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://okvina.wordpress.com/2010/08/12/ini-lho-saya%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 14:59:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>okvina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[Protesku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okvina.wordpress.com/?p=565</guid>
		<description><![CDATA[Teori Maslow Sebagai mahasiswa Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), saya “dicekoki” teori hirearki kebutuhannya Maslow di beberapa mata kuliah. Tapi teori ini bisa menancap di otak saya saat saya memperoleh mata kuliah Manajemen Sumberdaya Keluarga. Saat itu dosen saya, ibu Alfiasari, menjelaskan bahwa menurutnya hirearki kebutuhan yang dikemukakan oleh Maslow berpuluh-puluh tahun silam sudah tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=okvina.wordpress.com&amp;blog=466686&amp;post=565&amp;subd=okvina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Teori Maslow</strong></p>
<p>Sebagai mahasiswa Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), saya “dicekoki” teori hirearki kebutuhannya Maslow di beberapa mata kuliah. Tapi teori ini bisa menancap di otak saya saat saya memperoleh mata kuliah Manajemen Sumberdaya Keluarga. Saat itu dosen saya, ibu Alfiasari, menjelaskan bahwa menurutnya hirearki kebutuhan yang dikemukakan oleh Maslow berpuluh-puluh tahun silam sudah tidak valid lagi untuk kehidupan sekarang ini dan cenderung terbalik hirearkinya. Lho, kok? Tenang… saya akan menjelaskan mengapa bisa terbalik hierarkinya.</p>
<p>Menurut teori hirearki kebutuhannya om Maslow, kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh manusia adalah kebutuhan fisiologis/biologis seperti makan, minum, dan juga seks. Selanjutnya adalah kebutuhan akan rasa aman dan tenteram dan dilanjutkan dengan kebutuhan untuk dicintai dan disayangi. Pada level berikutnya, manusia memiliki kebutuhan untuk dihargai. Lalu pada level tertinggi setelah semua kebutuhan itu terpenuhi, maka manusia akan memiliki kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri. Itulah menurut om Maslow tahapan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia. Sayangnya teori ini mungkin hanya cocok untuk kondisi berpuluh-puluh tahun yang lalu.</p>
<p>Lalu untuk kondisi sekarang bagaimana?</p>
<p>Menurut dosen saya dan juga berdasarkan hasil pengamatan saya sendiri, teori om Maslow ini terbalik. Saat ini sebagian orang berlomba-lomba untuk mengaktualisasikan dirinya. Satu sama lain saling berusaha untuk bisa “dianggap” oleh dunianya. Satu sama lain juga ingin dilihat kalau dia ada, semua ingin eksis. Untuk bisa memenuhi kebutuhan yang paling tinggi ini (berdasarkan teorinya om Maslow), tak jarang dari mereka yang melupakan atau mengenyampingkan kebutuhan-kebutuhan sebelumnya. Contohnya begini, tak jarang dari kita sampai lupa makan atau sengaja men-skip waktu makan kita demi melakukan sesuatu yg bisa membuat kita lebih eksis, ya kan? (saya juga sering melakukan hal ini soalnya…hihihi…pegakuan dosa! :p). Atau ada beberapa orang yang dengan terang-terangan menyebut dirinya nggak butuh seorang pendamping, setidaknya untuk saat ini mereka nggak memikirkan hal ini. Mereka tidak terlalu memusingkan tentang seseorang yang bisa diajak untuk berbagi, dicintai dan disayangi demi mencapai apa yang mereka inginkan, demi untuk mengaktualisasikan dirinya. Atau ada seseorang yang masa bodo dengan apa pendapat orang lain, masa bodo dengan apakah ia dihargai atau tidak oleh orang lain, yang penting bisa mengaktualisasikan diri, bisa eksis… Padahal menurut om Maslow, seseorang baru bisa mengaktualisasikan dirinya jika ia sudah bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan sebelumnya dengan layak. Namun yang terjadi saat ini justru kebalikannya.</p>
<p><span id="more-565"></span></p>
<p>Fiuuuhhh… memang benar teori hirearki kebutuhan Maslow sudah terbalik. Kebutuhan paling mendasar yang harus dipenuhi adalah AKTUALISASI DIRI! Menunjukkan diri pada orang lain, menunjukkan pada dunia “INI LHO SAYA…”.</p>
<p><strong><span style="text-decoration:line-through;">“Sentilan”,</span></strong><strong> “Tamparan” itu…</strong></p>
<p>Tanpa saya sadari, saya juga salah satu orang yang membalik hirearki kebutuhan Maslow (tentunya dengan versi yang berbeda dengan contoh yang saya sebutkan di atas). Namun pada intinya tetap sama. Aktualisasi diri menjadi prioritas utama diri saya. Keinginan untuk juga diperhitungkan dan tidak diremehkan oleh orang lain menjadi demikian menggebu-gebu. Yang pada akhirnya hal itu berdampak pada perilaku, ucapan atau tulisan yang seringkali menunjukkan “Ini lho saya…” (atau dalam bahasa yang lebih kerennya <em>show off</em>). Sungguh saya tidak menyadari hal itu. Suatu hal yang bisa mendorong saya untuk selangkah lagi berada pada tataran sombong. Tapi Alhamdulillah, Allah mengingatkan saya melalui orang lain.</p>
<p>Saat itu, salah satu rangkaian ASA-FIM Menuju Puncak 2010 adalah bimbingan pra nikah. Ibu Wiwi yang menjadi pemateri pada acara tersebut mempersilahkan mbak JetC untuk bercerita tentang perjalanan Da Deni dalam mendapatkan hati mbak JetC. Nah saat bercerita tentang hal tersebut mbak JetC juga menceritakan sedikit tentang sosok da Deni. Ternyata da Deni adalah orang yang sangat rendah hati dan malas untuk <em>show off</em> di depan orang lain, padahal beliau memiliki potensi yang sangat luar biasa. Nah, saat mbak JetC mengupas habis tentang masalah rendah hati dan kaitannya dengan <em>show off,</em> saya merasa seperti <span style="text-decoration:line-through;">disentil</span> ditampar oleh tangan tak terlihat. Tapi tamparannya adalah tamparan sayang yang menyadarkan saya akan pentingnya menjaga sifat rendah hati (bukan rendah diri lho ya…) dan nggak perlu <em>show off</em> untuk alasan aktualisasi diri. Makasih ya mbak JetC karena sudah mengingatkan saya… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>“Ini Lho Saya”</strong></p>
<p>Untuk alasan aktualisasi diri saya terkadang sampai lupa makan.</p>
<p>Untuk alasan aktualisasi diri saya terkadang menomorduakan janji dengan kakak saya (mbak Ninda) yang sangat sayang sama saya demi ikut kegiatan ini-itu.</p>
<p>Untuk alasan aktualisasi diri kadang saya cenderung <em>show off</em> di status-status, notes ataupun foto di facebook yang menunjukkan “Ini lho saya” biar seluruh dunia tahu. Ya Allah… sungguh, sekarang saya malu bukan main jika ingat hal itu…</p>
<p>Tanpa kita sadari terkadang kita seringkali berucap, berperilaku atau menuliskan hal-hal yang “Ini lho saya”. Padahal, siapa sih kita dibandingkan dengan orang lain? Masih banyak orang di luar sana yang jauh lebih hebat dari kita. Kita nggak ada apa-apanya… “Ini lho saya” juga bisa mengurangi keikhlasan dalam melakukan sesuatu. Hal ini tentu saja dapat mengurangi pahala dari kebaikan yang telah kita perbuat. Aduh, jangan sampai lagi deh sering-sering ber-“ini lho saya”.</p>
<p><strong>Dan “Dunia” akan Tahu dengan Sendirinya</strong></p>
<p>Mengutip kata-kata bunda Tatty Elmir tentang kunang-kunang, kunang-kunang adalah para patriot di jalan sunyi, yang berjuang tanpa tepuk tangan, sorot lensa apalagi tanda jasa. Saya jadi berpikir, untuk apa sih <em>show off</em>? Untuk apa sih membanggakan diri? Untuk apa sih ber-“ini lho saya”? kalau ternyata hal itu bisa mengurangi keikhlasan dan membuat kita selalu berharap sesuatu atas apa yang telah kita perbuat (minimal pujian).</p>
<p>Lakukan semua hal yang menurut kita baik, termasuk kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri. Tapi nggak perlu lah kita <em>show off</em>, nggak perlu membanggakan diri dan nggak perlu ber-“ini lho saya” untuk segala sesuatu yang telah kita perbuat. Biarlah semua itu hanya malaikat yang mencatat dan hanya Tuhan yang tahu. Yakinlah kalau air yang tenang itu akan lebih menghanyutkan. Dan “dunia” akan tahu dengan sendirinya…</p>
<p>Bogor, 12 Agustus 2010 00:33</p>
<p>~Okvina Nur Alvita</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/okvina.wordpress.com/565/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/okvina.wordpress.com/565/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/okvina.wordpress.com/565/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/okvina.wordpress.com/565/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/okvina.wordpress.com/565/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/okvina.wordpress.com/565/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/okvina.wordpress.com/565/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/okvina.wordpress.com/565/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/okvina.wordpress.com/565/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/okvina.wordpress.com/565/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/okvina.wordpress.com/565/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/okvina.wordpress.com/565/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/okvina.wordpress.com/565/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/okvina.wordpress.com/565/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=okvina.wordpress.com&amp;blog=466686&amp;post=565&amp;subd=okvina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okvina.wordpress.com/2010/08/12/ini-lho-saya%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/07df41e63a475992f0e1ea173da1becb?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nggak Enaknya Jadi “Bayang-Bayang”</title>
		<link>http://okvina.wordpress.com/2010/07/22/nggak-enaknya-jadi-%e2%80%9cbayang-bayang%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://okvina.wordpress.com/2010/07/22/nggak-enaknya-jadi-%e2%80%9cbayang-bayang%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 15:37:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>okvina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[Etcetera]]></category>
		<category><![CDATA[Protesku]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okvina.wordpress.com/?p=559</guid>
		<description><![CDATA[“Bayang-Bayang” itu… Bayang-bayang adalah sesuatu yang selalu mengikuti kita kemanapun kita pergi. Tanpa disadari, sebagian orang menjadi bayang-bayang dari orang lain. Biasanya orang yang membayangi kita itu merupakan bagian dari keluarga kita sendiri. Bisa jadi ayah, ibu atau kakak. Kalau adik, saya rasa jarang sekali orang yang merasa di bawah bayang-bayang adiknya. Mengapa kita sampai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=okvina.wordpress.com&amp;blog=466686&amp;post=559&amp;subd=okvina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“Bayang-Bayang” itu…</strong></p>
<p>Bayang-bayang adalah sesuatu yang selalu mengikuti kita kemanapun kita pergi. Tanpa disadari, sebagian orang menjadi bayang-bayang dari orang lain. Biasanya orang yang membayangi kita itu merupakan bagian dari keluarga kita sendiri. Bisa jadi ayah, ibu atau kakak. Kalau adik, saya rasa jarang sekali orang yang merasa di bawah bayang-bayang adiknya.</p>
<p>Mengapa kita sampai memiliki bayang-bayang? Karena orang yang lebih dahulu dari kita memiliki karakteristik khusus yang berbeda dengan kita. Dan mereka lebih dulu dikenal daripada kita.</p>
<p><strong>Di Bawah Bayang-Bayang Kakak</strong></p>
<p><a href="http://okvina.files.wordpress.com/2010/07/clone_physical_disk_sector_to_jemixdisk287.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-560" title="clone_physical_disk_sector_to_jemixdisk287" src="http://okvina.files.wordpress.com/2010/07/clone_physical_disk_sector_to_jemixdisk287.jpg?w=207&#038;h=300" alt="" width="207" height="300" /></a>Jujur saya pun jadi bayang-bayang. Saya punya kakak kandung perempuan yang lumayan <em>extraordinary</em> (menurut saya). Namanya Ninda. Saya dan Mbak Ninda satu tempat ngaji, satu TK, satu SD, satu SMA dan satu Universitas! Hanya SMP saja yang berbeda. Pastinya orang mengenal kakak saya terlebih dahulu daripada mengenal saya. Hal ini berimplikasi pada label “Oh, adiknya Ninda ya…” atau “Kok beda ya sama kakaknya?”.</p>
<p>Aaarrrgggghhhh…. Sungguh, bukan hal yang cukup menyenangkan saat mendengar kalimat-kalimat itu…</p>
<p>Ingin rasanya membalas kalimat itu dengan jawaban “Iya, saya adiknya Ninda. Iya, saya berbeda dengan dia. Karena saya Vina bukan Ninda!”</p>
<p>Fiuuuuhhhh….</p>
<p>Label “adiknya Ninda” itu membuat saya selalu di bawah bayang-bayang kakak saya. Rasanya ada “tekanan” kalau apapun yang saya lakukan harus lebih baik dari kakak saya. At least, sama lah… Namun, parahnya untuk beberapa hal saya kalah jauh dengan kakak saya. Inilah yang terkadang membuat saya agak tertekan.</p>
<p><span id="more-559"></span></p>
<p>Waktu masih kecil, kakak saya jago ngaji, sedangkan saya? butuh waktu yang teramat sangat lama untuk bisa sepadan dengannya, bahkan sampai saat ini pun saya tidak bisa mengunggulinya dalam hal ini.</p>
<p>Sejak kecil, kakak saya selalu jadi juara kelas, sedangkan saya? Peringkat saya naik-turun terus.</p>
<p>Kakak saya jago nyetir, berenang, nyanyi, nari, sedangkan saya? Nari kaku banget, nyanyi fals mulu (bisa pingsan orang yang dengar suara saya kalau lagi nyanyi! Hahaha… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ), berenang hanya sekedar bisa, nyetir asal nggak nubruk aja. Hehehe… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sejak SMP, SMA dan kuliah kakak saya aktif di organisasi dan kegiatan ekstrakurukuler, sedangkan saya? Aktif juga sihhh… untuk hal yang satu ini, kami sama lah… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kakak saya bisa masuk top of the top-nya jurusan di IPB, sedangkan saya? Walaupun tidak masuk di jurusan yang dianggap top five di IPB, tapi Alhamdulillah saya masuk jurusan yang saya inginkan. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kakak saya bisa menyelesaikan masa studi S1-nya dalam kurun waktu 3 tahun 9 bulan, sedangkan saya? 5 tahun!</p>
<p>Pada umur 22 tahun kakak saya sudah bisa mandiri dan nggak nyusahin orang tua lagi, sedangkan saya? Sampai saat ini untuk hal-hal tertentu masih dapat subsidi dari orang tua!</p>
<p>Kakak saya anak yang baik, patuh, berbakti pada orang tua dan nggak pernah cek-cok sama mama-papa, sedangkan saya? Beberapa kali saya sempat bertengkar dengan mama dan papa karena mempertahankan apa yang saya anggap benar, padahal jelas-jelas apa yang saya pertahankan itu menyakiti hati orang tua saya.</p>
<p>Hmmm, she’s better than me… and I’ve been always be her shadow…</p>
<p><strong>Lepas dari “Bayang-Bayang”</strong></p>
<p>Saya tahu saya berbeda dengan kakak saya dan saya tidak ingin terus-terusan di bawah bayang-bayangnya. Lalu saya mencari cara bagaimana bisa lepas dari bayang-bayang kakak saya. Cara yang saya tempuh adalah mencari apa yang saya suka dan apa yang saya inginkan serta masuk dalam komunitas atau organisasi yang tidak diikuti oleh kakak saya.</p>
<p>Dari apa yang saya suka, saya coba dan berlatih terus untuk mengembangkannya hingga saya lumayan ahli di bidang itu (walaupun masih belum masuk dalam kategori expert sih…).</p>
<p>Dari apa yang saya inginkan, saya berusaha terus sekuat tenaga untuk meraihnya. Saya nggak pernah menyerah untuk bisa mewujudkan impian saya. Dan terbukti saya bisa mewujudkannya di luar jangka waktu yang saya duga.</p>
<p>Dari komunitas dan organisasi yang saya ikuti, saya berusaha untuk loyal, walaupun posisi saya hanya sebagai follower.</p>
<p>Hanya tiga hal itu yang bisa membantu saya keluar dari bayang-bayang kakak saya dan orang mengenal saya sebagai “Vina yang… (bla bla bla)” tanpa embel-embel “Ooh, Vina adiknya Ninda itu ya…”.</p>
<p>Untuk pembaca yang merasa hidup di bawah bayang-bayang seperti saya ini, cobalah untuk melakukan yang saya lakukan. Insya Allah, tidak ada embel-embel lagi “Siapa adiknya siapa”, atau “Siapa anaknya siapa”. Selamat mencoba dan semoga berhasil. Amiennn… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>This article is fully dedicated to Muhammad Reza and Mandira Bienna Elmir (hasil curcol saat perjalanan Medan-Brastagi dengan Reza dan curhatan tengah malam dengan Dira di Grand Malindo-Bukittinggi). <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p>Bogor, 21 Juli 2010 18:34</p>
<p>~Okvina Nur Alvita</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/okvina.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/okvina.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/okvina.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/okvina.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/okvina.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/okvina.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/okvina.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/okvina.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/okvina.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/okvina.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/okvina.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/okvina.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/okvina.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/okvina.wordpress.com/559/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=okvina.wordpress.com&amp;blog=466686&amp;post=559&amp;subd=okvina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okvina.wordpress.com/2010/07/22/nggak-enaknya-jadi-%e2%80%9cbayang-bayang%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/07df41e63a475992f0e1ea173da1becb?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://okvina.files.wordpress.com/2010/07/clone_physical_disk_sector_to_jemixdisk287.jpg?w=207" medium="image">
			<media:title type="html">clone_physical_disk_sector_to_jemixdisk287</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karena Kita Berbeda</title>
		<link>http://okvina.wordpress.com/2010/07/21/karena-kita-berbeda/</link>
		<comments>http://okvina.wordpress.com/2010/07/21/karena-kita-berbeda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 05:01:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>okvina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okvina.wordpress.com/?p=553</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hubungan khusus antara laki-laki dan perempuan, baik itu pacaran ataupun suami-istri, seringkali bersinggungan dengan yang namanya pertengkaran. Setelah saya mengamati dan menganalisis dari pengalaman pribadi dan pengalaman orang lain yang diceritakan pada saya, saya berkesimpulan bahwa hal itu terjadi hanya karena perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Memang, semua orang juga tahu bahwa laki-laki dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=okvina.wordpress.com&amp;blog=466686&amp;post=553&amp;subd=okvina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hubungan khusus antara laki-laki dan perempuan, baik itu pacaran ataupun suami-istri, seringkali bersinggungan dengan yang namanya pertengkaran. Setelah saya mengamati dan menganalisis dari pengalaman pribadi dan pengalaman orang lain yang diceritakan pada saya, saya berkesimpulan bahwa hal itu terjadi hanya karena perbedaan antara laki-laki dan perempuan.</p>
<p>Memang, semua orang juga tahu bahwa laki-laki dan perempuan itu berbeda, tapi apakah semua orang dapat memahami bahwa perbedaan itu sangat besar pengaruhnya pada pemikiran serta perilaku laki-laki dan perempuan? Saya rasa hanya segelintir orang yang bisa memahaminya.</p>
<p><span id="more-553"></span></p>
<p><strong>Wahai Laki-Laki, Tahukah Kamu…</strong></p>
<p><img class="aligncenter" title="do you know" src="http://okvina.files.wordpress.com/2010/07/1doyouknow.jpg?w=320&#038;h=240" alt="" width="320" height="240" />Wahai laki-laki, tahukah kamu tentang hal ini?</p>
<p>Saat kami (para wanita) membanting pintu di depan mukamu karena kami kesal, sebenarnya di balik pintu itu kami sedang menunggumu mengetuk pintu dan memohon untuk dibukakan pintu sekaligus meminta maaf atas semua kesalahan yang telah dilakukan (sekecil apapun itu).</p>
<p>Tapi apa yang seringkali kamu lakukan? Membiarkan pintu itu tetap tertutup rapat dan membiarkan kami semakin kesal dibuatnya. Ya kan?</p>
<p>Saat kami pergi berjalan meninggalkanmu karena kami kesal, sebenarnya kami sedang menunggu untuk kamu kejar. Kami menunggu kamu menarik tangan kami dan bilang “Kamu mau kemana? Nggak bisa apa ya semuanya dibicarakan dengan kepala dingin dulu? Please, stay…”</p>
<p>Tapi apa yang seringkali kamu lakukan? Membiarkan kami terus berjalan dan tidak berusaha sedikitpun untuk menghentikan langkah kami. Ya kan?</p>
<p>Saat sedang menemani kami berbelanja seringkali kamu menawarkan diri untuk membawakan belanjaan kami. Dengan gengsi tingkat tinggi kami bilang “Makasih, aku bisa bawa sendiri kok”. Sebenarnya kami ingin kamu terus berusaha untuk membawakan barang belanjaan kami dengan bilang, “Udah sini… nanti kamu capek lho kalau bawa belanjaan berat seperti ini”.</p>
<p>Tapi apa yang seringkali kamu lakukan? Kamu menjawab “Oh, ya udah…” sambil enak saja jalan di samping kami tanpa berusaha meminta lagi untuk membawakan barang belanjaan kami. Ya kan?</p>
<p>Saat kami memacing-mancing pembicaraan tentang sesuatu hal, sebenarnya kami ingin kamu melakukannya untuk kami. Melakukan dengan effort yang lebih besar. Misalnya begini…</p>
<p>“Eh, aku besok malam ada acara di TMII lho”, ujar kami, para wanita.</p>
<p>“Acara apa?”, tanyamu, para laki-laki.</p>
<p>“Itu, ada pagelaran seni disana”</p>
<p>“Oh… mau dianterin?”</p>
<p>“Kamu nggak capek apa? Kan seharian kerja…”</p>
<p>“Iya juga sih… Ya udah kamu bisa naik kendaraan umum sendiri kan?”</p>
<p>Kalau sudah sampai pada titik itu, biasanya kami langsung gondok tanpa sebab. Mengapa hal itu terjadi? Karena sebenarnya kami menginginkan kamu untuk terus menawarkan diri dengan usaha yang lebih ekstra. Membuktikan kalau kami berharga di mata kamu…</p>
<p>Hal-hal di ataslah yang banyak tidak diketahui dan dimengerti oleh laki-laki.</p>
<p><strong>Untuk Para Laki-Laki</strong></p>
<p><img class="alignright" title="woman" src="http://thumbs.dreamstime.com/thumb_165/1184773891s3XWON.jpg" alt="" width="280" height="350" />Perempuan menurut saya adalah makhluk yang unik. Saya sebagai perempuan sangat merasakan hal itu.</p>
<p>Terkadang saat kami bilang “iya, nggak papa”, sebenarnya di dalam hati kami gondoknya bukan main.</p>
<p>Terkadang saat kami bilang “nggak usah, aku bisa sendiri kok”, sebenarnya kami sangat menginginkan laki-laki untuk sedikit mengeluarkan effort yang lebih, membuktikan kalau kami berharga di mata laki-laki.</p>
<p>Terkadang saat kami pergi meninggalkan laki-laki, sebenarnya kami menunggumu untuk datang…</p>
<p>Yah, memang seperti itulah wanita… Sangat susah ditebak. Oleh sebab itu, pandai-pandailah membaca gelagat, gerak tubuh, ekspresi muka dan juga “sinyal-sinyal” yang diberikan oleh wanita.</p>
<p>Sebagian besar wanita memiliki gengsi tingkat tinggi. Mereka nggak akan meminta sesuatu secara terang-terangan. Biasanya wanita hanya berani sampai pada tataran “mancing-mancing” atau memberikan sinyal tentang apa yang sebenarnya dia inginkan. Nah, pandai-pandailah untuk mengartikan apa yang sebenarnya diinginkan oleh wanita.</p>
<p>Di luar semua itu, wanita adalah makhluk yang terlihat kuat dan kokoh tapi sebenarnya sangat rentan sekali untuk rapuh. Maka dari itu, jangan sekali-kali menyakiti hati wanita.</p>
<p><strong>Untuk Para Wanita</strong></p>
<p><a href="http://okvina.files.wordpress.com/2010/07/cartoon-man.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-554" title="cartoon man" src="http://okvina.files.wordpress.com/2010/07/cartoon-man.jpg?w=185&#038;h=205" alt="" width="185" height="205" /></a>Laki-laki adalah makhluk yang apa adanya. Mereka tidak seperti kita. Mereka tidak akan tahu apa yang kita inginkan kalau tidak kita komunikasikan dengan gamblang.</p>
<p>So, cobalah untuk mengubah ritme komunikasi diri sendiri. Komunikasikan apa yang kita inginkan. Jelaskan sampai sejelas-jelasnya. Agar mereka paham dengan keinginan kita. Karena kalau tidak, yang terjadi akan seperti ini, “kita inginnya begini tapi mereka mengartikannya begitu”. Sesuatu yang tidak dikomunikasikan dengan baik dapat memicu salah paham yang berujung pada pertengkaran.</p>
<p><strong>Karena Kita Berbeda</strong></p>
<p>Laki-laki dan perempuan diciptakan dengan struktur kromosom yang berbeda. Hormon yang dominan pada laki-laki dan perempuan pun berbeda. Hormon yang berbeda ini dapat menyebabkan kinerja otak antara laki-laki dan perempuan juga berbeda. Hal ini berakibat pada pola pikir dan perilaku yang berbeda pula antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan-perbedaan inilah yang terkadang tanpa disadari bisa memicu kesalahpahaman yang berujung pada pertengkaran. Terlebih lagi jika perbedaan alami ini “dikompori” dengan faktor budaya, hmmm… bisa jadi suatu pertengkaran yang hebat…</p>
<p>Oleh sebab itu, yang dibutuhkan hanyalah komunikasi yang baik dan rasa saling pengertian. Cobalah untuk melihat dari sudut pandang orang lain. Jangan melulu hanya dari sudut pandang kita. Cobalah hal ini dengan mulai “kalau misalnya aku yang ada diposisinya…apa yang kurasakan atau apa yang akan kulakukan…”</p>
<p><em>Semua ini… Karena kita berbeda…</em></p>
<p>Bogor, 21 Juli 2010 11:44</p>
<p>~Okvina Nur Alvita</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/okvina.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/okvina.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/okvina.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/okvina.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/okvina.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/okvina.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/okvina.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/okvina.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/okvina.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/okvina.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/okvina.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/okvina.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/okvina.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/okvina.wordpress.com/553/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=okvina.wordpress.com&amp;blog=466686&amp;post=553&amp;subd=okvina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okvina.wordpress.com/2010/07/21/karena-kita-berbeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/07df41e63a475992f0e1ea173da1becb?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://okvina.files.wordpress.com/2010/07/1doyouknow.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">do you know</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thumbs.dreamstime.com/thumb_165/1184773891s3XWON.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">woman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://okvina.files.wordpress.com/2010/07/cartoon-man.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cartoon man</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Sederhana Blokir Situs Porno &amp; Judi Online</title>
		<link>http://okvina.wordpress.com/2010/07/05/tips-sederhana-blokir-situs-porno-judi-online/</link>
		<comments>http://okvina.wordpress.com/2010/07/05/tips-sederhana-blokir-situs-porno-judi-online/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 15:59:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>okvina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Etcetera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okvina.wordpress.com/?p=550</guid>
		<description><![CDATA[Maraknya pornografi telah membuat resah para orang tua ( seberapapun parah nilai-nilai yang dianutnya ). Karena kejahatan pornografi tidak hanya menghajar  orang-orang dengan latar belakang tertentu saja. Karena itu pornografi adalah musuh bersama, apapun ideologi, profesi dan status sosial ekonomi. Meski kita tetap menyuarakan agar pemerintah menindak TEGAS, dan menutup situs-situs yang tak tayak moral [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=okvina.wordpress.com&amp;blog=466686&amp;post=550&amp;subd=okvina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Maraknya pornografi telah membuat resah para orang tua ( seberapapun  parah nilai-nilai yang dianutnya ). Karena kejahatan pornografi tidak  hanya menghajar  orang-orang dengan latar belakang tertentu saja.</p>
<p>Karena itu pornografi adalah musuh bersama, apapun ideologi, profesi  dan status sosial ekonomi.</p>
<p>Meski kita tetap menyuarakan agar pemerintah menindak TEGAS, dan  menutup situs-situs yang tak tayak moral dan tak layak didik untuk  anak-anak kita, namun kita tetap bisa melakukan hal-hal sederhana yang  InsyaAllah berguna untuk melindungi anak-anak dan keluarga kita dari  racun porno dan judi di internet. Caranya sangat mudah, praktis dan  gratis.</p>
<p>Inilah langkah-langklah sederhana itu :<br />
Untuk Windows XP :</p>
<p>1. Pilih control panel dari start menu<br />
2. Klik Network Connections yang ada di control panel.<br />
3. Pilih koneksi yang ada dari jendela Network Connections.<br />
4. Klik tombol Properties.<br />
5. Pilihlah Internet Protocol ( TCP/IP ) dan klik ” Properties “<br />
6. Klik radio button pada USE the following DNS server addresses, dan  ketikkan alamat DNS  Nawala pada kolom Preferred DNS server dan  Alternate DNS server.<br />
- Alamat DNS Nawala : 180.131.144. 144 dan 180.131.145. 145 lalu klik  OK.</p>
<p>Mohon kawan-kawan berkenan  sebarkan info yang saya dapatkan dari  psikolog  Ibu Elly Risman ini.<br />
Semoga Allah memudahkan perjuangan untuk menjadikan Bangsa ini lebih  baik.<br />
Terimakasih Banyak.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/okvina.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/okvina.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/okvina.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/okvina.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/okvina.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/okvina.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/okvina.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/okvina.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/okvina.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/okvina.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/okvina.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/okvina.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/okvina.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/okvina.wordpress.com/550/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=okvina.wordpress.com&amp;blog=466686&amp;post=550&amp;subd=okvina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okvina.wordpress.com/2010/07/05/tips-sederhana-blokir-situs-porno-judi-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/07df41e63a475992f0e1ea173da1becb?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lebih dari Sekedar Cinta, Apalagi Suka</title>
		<link>http://okvina.wordpress.com/2010/07/01/lebih-dari-sekedar-cinta-apalagi-suka/</link>
		<comments>http://okvina.wordpress.com/2010/07/01/lebih-dari-sekedar-cinta-apalagi-suka/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 15:01:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>okvina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okvina.wordpress.com/?p=546</guid>
		<description><![CDATA[Seumuran kita gini apalagi yang mau dikhawatirin kalo nggak 2 MO. Yup, 2 MO. Nggak ngerti ya apa itu 2 MO?? Nggak gaeoul banggetz sihh?? Hahaha… *maaf,isengnyakumat*. Jadi, MO itu singkatan. Ada dua singkatan: Money Oriented dan Married Oriented. Sekarang sudah mengerti? Pinteerr… :p Saya nggak akan membahas tentang singkatan pertama, yang ingin saya bahas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=okvina.wordpress.com&amp;blog=466686&amp;post=546&amp;subd=okvina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seumuran kita gini apalagi yang mau dikhawatirin kalo nggak 2 MO.</p>
<p>Yup, 2 MO.</p>
<p>Nggak ngerti ya apa itu 2 MO?? Nggak gaeoul banggetz sihh?? Hahaha… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  *maaf,isengnyakumat*.</p>
<p>Jadi, MO itu singkatan. Ada dua singkatan: Money Oriented dan Married Oriented.</p>
<p>Sekarang sudah mengerti? Pinteerr… :p</p>
<p>Saya nggak akan membahas tentang singkatan pertama, yang ingin saya bahas disini adalah tentang singkatan kedua dari MO, Married Oriented.</p>
<p><strong>Trending Topic *minjem istilah twitter*</strong></p>
<p>Saya rasa saya perlu membahas tentang hal ini karena saya teramat sangat gerah dengan top of the top trending topic FIMer’s saat ini. Selain itu saya juga ingin melanjutkan tulisan bunda Tatty Elmir yang judulnya “Mudah Hadir, Mudah pula Sirna”.</p>
<p>Ya, seringkali saya mendengar, membaca dan ngobrolin kalau si A naksir U, si M lagi pedekate sama si G, si L pengen nikah sama si K, dan seterusnya dan seterusnya. Hmmm,, entah berita itu benar atau tidak, hanya mereka sendirilah yang tahu.</p>
<p>Wajar sih kalau FIM juga dijadikan salah satu ajang untuk mencari pasangan hidup. Karena menurut saya di forum ini kita menemukan banyak sekali orang yang “satu frekuensi” dengan kita <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Hal inilah yang membuat beberapa orang menjadikan FIM sebagai salah satu alternatif “match selection”.</p>
<p><span id="more-546"></span></p>
<p><strong>Definisi Rasa</strong></p>
<p>Bukan masalah kalau saling naksir satu sama lain dan melakukan pendekatan. Tapi yang jadi masalah adalah kalau hal itu digembar-gemborkan di ruang publik sampai umat seluruh dunia tahu. Saya seringkali merasa, “What? Secepat itukah?”. Dan pertanyaan lanjutan yang selalu berkutat dalam diri ini adalah “Apa iya mereka beneran serius?”, “Apa mereka telah benar-benar mendefinisikan apa yang mereka rasakan dengan benar?”, “Apa yang mereka rasakan hanya sekedar suka? Atau cinta?”.</p>
<p>Ya, nggak tahu kenapa pertanyaan-pertanyaan itu selalu berputar di dalam benak saya. Memang, bukan kapasitas saya untuk mecampuri urusan orang lain. Tapi saya nggak mau aja melihat orang lain (terutama teman perempuan saya) terjerumus dalam rasa yang sebenarnya mereka sendiri belum dengan benar mendefinisikan itu. Paham kan apa yang saya khawatirkan?</p>
<p>Oke, kita bahas satu persatu antara suka dan cinta ya…</p>
<p><strong>Antara Suka dan Cinta</strong></p>
<p><img class="alignright" title="Love" src="http://lyricc.files.wordpress.com/2010/01/love-story-ala-gue.jpg?w=300&#038;h=388" alt="" width="300" height="388" />Nggak tahu kenapa saya agak kurang sepakat dengan “Love at the first sight”. Menurut saya hal itu nggak ada. Kalaupun ada yang maksa kalau hal itu ada, menurut saya lagi, bukan cinta yang sedang dirasakan, tapi hanya sekedar suka atau kagum.</p>
<p>Suka atau kagum itu mudah sekali hadir dan mudah sekali sirnanya. Misalnya begini, hari ini kita terkagum-kagum dengan seseorang setelah kita ngobrol sama dia. Kita sangat salut dengan pandangan-pandangannya tentang hidup. Atau kita kagum dengan seseorang karena dia sangat berprestasi. Lalu kita menjalin komunikasi yang intens dengannya. Kita jadi suka dengan orang itu. Tapi apakah kita dapat menjamin kalau perasaan suka sama dengan cinta? Jangan terlalu terburu-buru mendefinisikan suka sama dengan cinta. Dua hal ini sangaatt berbeda!</p>
<p>Suka menurut saya hanya didasari dengan kata “karena”.</p>
<p>Nah, kalau alasan “karena” itu tidak lagi ada, maka tidak menutup kemungkinan jika perasaan kita padanya akan mudah hilang. Gini deh contohnya, “saya suka sama dia soalnya dia tuh begini, begitu, begono…”. Trus, trus kalau orang itu sudah tidak begini, begitu, begono lagi gimana dong? Pasti yang kita dapati hanya kekecewaan dan bisa jadi kita malah ilfil sama orang yang bersangkutan. Dan pada akhirnya rasa yang pernah singgah di hati dengan sangat mudahnya hilang.</p>
<p>Tapi kalau cinta, didasari dengan kata “walaupun” (kalaupun dengan kata “karena”, hanya “karena Allah” <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ).</p>
<p>Kalau cinta, “saya cinta dia walaupun dia banyak kekurangan”, “saya menerima dia apa adanya”, “I love him or her just the way he/she is…”. Jadi nggak ada masalah kalaupun orang itu berubah nantinya. Perasaan kita nggak bakalan ikutan berubah.</p>
<p>Tapi apakah cinta hanya sesederhana itu? Jawabannya TIDAK! Cinta tidak datang dengan serta merta. Cinta itu hadirnya slowly but sure, nggak grusa-grusu, nggak terburu-buru and not at the first sight.</p>
<p>Yang terpenting adalah, kita harus benar-benar mengenalinya bahwa yang kita rasakan adalah benar-benar cinta. Dan kalaupun benar itu cinta, please jangan digembar-gemborkan ke seluruh umat, apalagi dengan menggunakan ruang publik. Kenapa? Tidak lain dan tidak bukan hanya untuk menjaga diri kita sendiri. Menjaga dari omongan orang banyak, menjaga dari ruang pergosipan dan yang paling utama adalah menjaga hati kita.</p>
<p><strong>Lalu Selanjutnya Apa? Komitmen!</strong></p>
<p><img class="alignleft" title="commitment" src="http://liberalbaptistrev.files.wordpress.com/2009/08/wedding-rings.jpg?w=300&#038;h=342" alt="" width="300" height="342" />Kalau kita sudah benar-benar yakin yang kita rasakan itu cinta, lalu selanjutnya apa? Hanya ada satu kata: KOMITMEN. Komitmen inilah yang letaknya lebih dari sekedar cinta apalagi suka.</p>
<p>Kita harus memiliki dan menjaga komitmen ini. Bukan, bukan komitmen dengan orang lain, tapi dengan diri sendiri.</p>
<p>Jika kita sudah dengan yakin dan pasti mendefinisikan bahwa apa yang kita rasakan adalah cinta, maka kita harus berkomitmen pada diri sendiri untuk menjaga hati kita dan menjaga hati orang yang kita cinta.</p>
<p>Yah, hanya itu. Tapi jangan dikira menjaga komitmen itu perkara mudah. Butuh keteguhan hati dan kemantapan diri dalam menjalaninya. Hanya komitmen inilah yang bisa menjaga suatu hubungan akan tetap langgeng sampai hanya maut yang memisahkan (halah, mulai deh bahasanya. Hehehe… :p).</p>
<p>Jadi, untuk kalian terutama FIMer’s yang lagi naksir seseorang, definisikan dengan jelas apa yang sebenar-benarnya kalian rasakan. Jika memang benar itu cinta, yang butuh dilakukan selanjutnya adalah membuat komitmen dengan diri sendiri. Komitmen untuk menjaga hati sendiri dan hati orang yang kita cintai. Dannn… nggak perlu lah rasa itu kita publish di ruang publik, okay?? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bogor, 1 Juli 2010 19:26</p>
<p><em>~Okvina Nur Alvita</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/okvina.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/okvina.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/okvina.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/okvina.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/okvina.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/okvina.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/okvina.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/okvina.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/okvina.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/okvina.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/okvina.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/okvina.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/okvina.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/okvina.wordpress.com/546/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=okvina.wordpress.com&amp;blog=466686&amp;post=546&amp;subd=okvina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okvina.wordpress.com/2010/07/01/lebih-dari-sekedar-cinta-apalagi-suka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/07df41e63a475992f0e1ea173da1becb?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lyricc.files.wordpress.com/2010/01/love-story-ala-gue.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Love</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://liberalbaptistrev.files.wordpress.com/2009/08/wedding-rings.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">commitment</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Another Sides of Vina</title>
		<link>http://okvina.wordpress.com/2010/06/10/another-sides-of-vina/</link>
		<comments>http://okvina.wordpress.com/2010/06/10/another-sides-of-vina/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 15:14:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>okvina</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Me]]></category>
		<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[Etcetera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okvina.wordpress.com/?p=519</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah daftar beberapa hal dari diri saya yang (mungkin) ingin anda ketahui: Saya paling sensitif dengan asap rokok dan pemanis buatan Saya biasa tidur di atas jam 12 malam Saya sangat tidak suka dengan makanan apapun yang ber-flavor strawberry, karena bagi saya kalau makan sesuatu yang ber-flavor strawberry itu seperti makan pasta gigi anak-anak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=okvina.wordpress.com&amp;blog=466686&amp;post=519&amp;subd=okvina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_521" class="wp-caption alignleft" style="width: 176px"><a href="http://okvina.files.wordpress.com/2010/06/s6002518-edit-4.jpg"><img class="size-medium wp-image-521 " title="Vina" src="http://okvina.files.wordpress.com/2010/06/s6002518-edit-4.jpg?w=166&#038;h=240" alt="" width="166" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">Vina</p></div>
<p>Ini adalah daftar beberapa hal dari diri saya yang (mungkin) ingin anda ketahui:</p>
<ul>
<li>Saya paling sensitif dengan asap rokok dan pemanis buatan</li>
<li>Saya biasa tidur di atas jam 12 malam</li>
<li>Saya sangat tidak suka dengan makanan apapun yang ber-flavor strawberry, karena bagi saya kalau makan sesuatu yang ber-flavor strawberry itu seperti makan pasta gigi anak-anak</li>
<li>Saya suka hot chocolate</li>
<li>Saya suka makan French fries pakai saus Mc.Flurry, sensasi antara manis dan asin plus dingin dan panas bikin… hmmm, tak terkatakan deh! Yummy… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Bagi saya, respek itu tingkatannya jauh di atas cinta</li>
<li>Saya benci sekali dengan serangga, terutama yang namanya kecoa</li>
<li>Saya ingin punya 5 anak dan semuanya laki-laki <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <span id="more-519"></span></li>
<li>Sejak kecil saya tidak suka komik</li>
<li>Saya suka membaca novel</li>
<li>Sebenarnya saya anak manja, tapi hanya di depan mama, kakak dan pasangan hidup saya nanti ^_^v</li>
<li>Saya tidak suka puisi, tapi bukan berarti saya tidak romantis <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Saya tidak suka kucing</li>
<li>Saya paling takut sama yang namanya luka (maksudnya luka yang berdarah-darah). Ngeliat orang yang lagi luka dan ngeluarin darah bisa bikin saya lemas mendadak</li>
<li>Saya bukan pecinta binatang</li>
<li>Saya nggak bisa mengendarai sepeda dan motor, tapi kalau mobil insya Allah bisa… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Saya nggak suka soft drink karena sensasi soda di lidah dan tenggorokan bikin perut saya “bergejolak” <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Saya ingin sekali bisa mahir memainkan biola</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/okvina.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/okvina.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/okvina.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/okvina.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/okvina.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/okvina.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/okvina.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/okvina.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/okvina.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/okvina.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/okvina.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/okvina.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/okvina.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/okvina.wordpress.com/519/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=okvina.wordpress.com&amp;blog=466686&amp;post=519&amp;subd=okvina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okvina.wordpress.com/2010/06/10/another-sides-of-vina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/07df41e63a475992f0e1ea173da1becb?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://okvina.files.wordpress.com/2010/06/s6002518-edit-4.jpg?w=207" medium="image">
			<media:title type="html">Vina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Maaf, Saya Tidak Bermaksud Mengkhianati Produk Indonesia</title>
		<link>http://okvina.wordpress.com/2010/06/05/maaf-saya-tidak-bermaksud-mengkhianati-produk-indonesia/</link>
		<comments>http://okvina.wordpress.com/2010/06/05/maaf-saya-tidak-bermaksud-mengkhianati-produk-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 05:18:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>okvina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[Etcetera]]></category>
		<category><![CDATA[Protesku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okvina.wordpress.com/?p=515</guid>
		<description><![CDATA[I Love Indonesia! Sesuai dengan konsep saya tentang cinta bahwa cinta itu tidak perlu banyak kata, tapi hanya perlu bukti kongkret. Maka sejak September 2009 saya telah berjanji pada diri saya sendiri untuk menggunakan produk Indonesia untuk apapun yang saya pakai, mulai dari kosmetik, perlengkapan toiletries, pakaian dan kalau bisa gadget yang saya punya juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=okvina.wordpress.com&amp;blog=466686&amp;post=515&amp;subd=okvina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 258px"><img class="  " title="I Love Indonesia" src="http://lh5.ggpht.com/anatolyl/SLaIjhFEQNI/AAAAAAAAAHU/CPcX-Vh2sjA/s800/indonesia6.jpg" alt="" width="248" height="166" /><p class="wp-caption-text">Aku Cinta Indonesia</p></div>
<p>I Love Indonesia! Sesuai dengan konsep saya tentang cinta bahwa cinta itu tidak perlu banyak kata, tapi hanya perlu bukti kongkret. Maka sejak September 2009 saya telah berjanji pada diri saya sendiri untuk menggunakan produk Indonesia untuk apapun yang saya pakai, mulai dari kosmetik, perlengkapan toiletries, pakaian dan kalau bisa gadget yang saya punya juga harus produk Indonesia. Selain itu saya lebih memilih produk Indonesia kalau saya membeli sesuatu.</p>
<p>Mengapa saya melakukan hal itu? Karena saya ingin mengapresiasi produk Indonesia. Kalau bukan kita yang pakai produk Indonesia, lalu siapa lagi? Menurut saya, produk Indonesia harus menjadi raja di negaranya sendiri. Gimana produk Indonesia bakalan maju dan bisa bersaing dengan produk luar negeri kalo kita sebagai orang Indonesia aja enggan pakai produk Indonesia? Maka, saya memulai dari diri saya sendiri.</p>
<p>Bedak saya yang awalnya Oriflame, saya ganti jadi pakai Caring Colours dari Martha Tilaar untuk compact powder. Sedangkan untuk loose powder, yang awalnya Oriflame saya ganti pakai produknya La Tulipe dari PT. Rembaka (hayoo, siapa yang baru tahu kalau La Tulipe itu produk Indonesia?? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Facial foam yang biasanya saya pakai itu clear and clean, lalu saya menggantinya dengan facial foam dari sariayu. Saya juga mencoba untuk memakai produk Citra dan Sariayu untuk toiletries (sabun, shampoo, dan kawan-kawannya). Kalau misalnya ada handphone produk Indonesia asli, saya juga bersedia lho ngeganti handphone saya dengan handphone merk Indonesia. Laptop merk z*rex itu produk Indonesia asli kan ya? Saya ingin ganti laptop saya dengan merk itu, tapi sayangnya masih belum ada rezeki lebih untuk ganti laptop… hehehe… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Oh iya, tas yang sering saya pakai juga produk Indonesia lho! Salah satu produk dari Batik Keris dan Eiger. Indonesia banget tuh… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  (what? Baru tahu kalau Eiger itu produk Indonesia?? Kemana aja selama ini…?? <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> )<span id="more-515"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 300px"><img title="produk caring colours" src="http://caringcolours.com/images/consultation/thumb_consultation.jpg" alt="" width="290" height="256" /><p class="wp-caption-text">produk caring colours</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 130px"><img title="loose powder La Tulipe" src="http://outletkita.com/images/powder.gif" alt="" width="120" height="120" /><p class="wp-caption-text">loose powder La Tulipe</p></div>
<p style="text-align:center;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 360px"><img title="women series Eiger" src="http://eigeradventure.blog.friendster.com/files/06-eiger1.jpg" alt="" width="350" height="262" /><p class="wp-caption-text">women series Eiger</p></div>
<p style="text-align:center;">
<p>Yah, saya bangga sekali pakai produk Indonesia because <strong>I love Indonesia</strong>… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi dengan teramat sangat terpaksa, sejak satu minggu yang lalu, saya harus mengkhianati produk Indonesia yang saya pakai. Saya terpaksa mengganti shampoo Sariayu saya dengan shampoo dari Loreal Elseve. Bukan, bukan karena kecintaan saya pada produk Indonesia luntur, tapi saya tida cocok pakai shampoo itu dan sebelumnya saya juga sempat mencoba pakai shampoo dari Bayam dari Mustika Ratu juga tidak cocok. Rambut saya jadi rontok nggak karu-karuan… Kalau dibiarkan, rambut saya bisa habis lama-lama… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  dan setelah pakai shampoo dari Loreal Elseve, masalah rambut rontok bisa teratasi. Hal inilah yang menyebabkan saya harus mengganti salah satu produk Indonesia yang saya pakai.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 210px"><img title="Shampoo Sariayu" src="http://3.bp.blogspot.com/_x7DUo-Sq0oQ/SdM0HQm81bI/AAAAAAAAAcE/XEv9UxyVn8k/s320/sariayu_haircare_shampoo_lidahbuaya.jpg" alt="" width="200" height="200" /><p class="wp-caption-text">Shampoo Sariayu</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 176px"><img title="Shampoo Bayam Mustika Ratu" src="http://www.mustika-ratu.co.id/kosmetik/product/pic_prod_mr_shampoo_bayam.jpg" alt="" width="166" height="221" /><p class="wp-caption-text">Shampoo Bayam Mustika Ratu</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 152px"><img title="Shampoo Loreal Elseve" src="http://www.shoppingsalesqueen.com/wp-content/uploads/2009/07/loreal-elseve-re-nutrition-shampoo-with-royal-jelly-142x300.jpg" alt="" width="142" height="300" /><p class="wp-caption-text">Shampoo Loreal Elseve</p></div>
<p>You know, shampoo Loreal Elseve itu harganya dua kali lipat dari shampoo Sariayu atau Mustika Ratu, lalu saya berkesimpulan, ada harga ada kualitas. Saya jadi berpikir, kenapa orang Indonesia ogah pakai produk dalam negeri? Mungkin salah satu alasannya adalah dari segi kualitas. Maka, saya harap dengan kasus yang menimpa saya ini, pihak Sariayu dan Martha Tilaar bisa memperbaiki kualitas produknya. Nggak masalah untuk harga yang lebih mahal sedikit, asal kualitas produknya terjaga. Nah, kalau kualitas sudah terjaga, saya rasa banyak orang yang tidak akan enggan utuk memakai produk Indonesia.</p>
<p>Jujur, sedih sekali saat saya harus mengganti produk Indonesia dengan produk dari luar negeri… Karena artinya, pengguna produk Indonesia telah berkurang satu orang. Padahal buat nambah satu orang aja yang sadar mau pakai produk Indonesia itu susah banget. Lha, saya yang udah sadar pakai produk Indonesia malah berpindah lagi ke produk asing karena alasan di atas…</p>
<p>Maaf ya, saya tidak bermaksud mengkhianati produk Indonesia…</p>
<p>Bogor, 29 Mei 2010 14:37</p>
<p>~Okvina Nur Alvita</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/okvina.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/okvina.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/okvina.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/okvina.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/okvina.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/okvina.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/okvina.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/okvina.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/okvina.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/okvina.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/okvina.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/okvina.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/okvina.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/okvina.wordpress.com/515/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=okvina.wordpress.com&amp;blog=466686&amp;post=515&amp;subd=okvina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okvina.wordpress.com/2010/06/05/maaf-saya-tidak-bermaksud-mengkhianati-produk-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/07df41e63a475992f0e1ea173da1becb?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lh5.ggpht.com/anatolyl/SLaIjhFEQNI/AAAAAAAAAHU/CPcX-Vh2sjA/s800/indonesia6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">I Love Indonesia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://caringcolours.com/images/consultation/thumb_consultation.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">produk caring colours</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://outletkita.com/images/powder.gif" medium="image">
			<media:title type="html">loose powder La Tulipe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eigeradventure.blog.friendster.com/files/06-eiger1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">women series Eiger</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_x7DUo-Sq0oQ/SdM0HQm81bI/AAAAAAAAAcE/XEv9UxyVn8k/s320/sariayu_haircare_shampoo_lidahbuaya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Shampoo Sariayu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.mustika-ratu.co.id/kosmetik/product/pic_prod_mr_shampoo_bayam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Shampoo Bayam Mustika Ratu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.shoppingsalesqueen.com/wp-content/uploads/2009/07/loreal-elseve-re-nutrition-shampoo-with-royal-jelly-142x300.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Shampoo Loreal Elseve</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK)</title>
		<link>http://okvina.wordpress.com/2010/06/01/tentang-ilmu-keluarga-dan-konsumen-ikk/</link>
		<comments>http://okvina.wordpress.com/2010/06/01/tentang-ilmu-keluarga-dan-konsumen-ikk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 08:25:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>okvina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okvina.wordpress.com/?p=506</guid>
		<description><![CDATA[“IKK? Belajar apaan disana?” “IKK apaan sih?” “Ilmu Keluarga dan Konsumen? Baru denger. Emang ada ya?” “Terus di IKK ngapain aja tuh?” Sungguh, saya teramat sangat kenyang ditanya seperti itu dan saya juga sudah over exhausted untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Makanya saya berinisiatif untuk menjelaskan Departemen saya dan apa saja yang saya pelajari di sana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=okvina.wordpress.com&amp;blog=466686&amp;post=506&amp;subd=okvina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>“IKK? Belajar apaan disana?”</em></p>
<p><em>“IKK apaan sih?”</em></p>
<p><em>“Ilmu Keluarga dan Konsumen? Baru denger. Emang ada ya?”</em></p>
<p><em>“Terus di IKK ngapain aja tuh?”</em></p>
<p>Sungguh, saya teramat sangat kenyang ditanya seperti itu dan saya juga sudah <em>over exhausted</em> untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Makanya saya berinisiatif untuk menjelaskan Departemen saya dan apa saja yang saya pelajari di sana melalui tulisan.</p>
<p>Okay, saya mulai dari sejarah IKK ya.</p>
<p><strong>Sejarah IKK</strong></p>
<div id="attachment_507" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://okvina.files.wordpress.com/2010/06/dosen-ikk.jpg"><img class="size-medium wp-image-507" title="dosen IKK" src="http://okvina.files.wordpress.com/2010/06/dosen-ikk.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Dosen IKK</p></div>
<p>Jaman dahulu kala (haduh, kok kayak mo ngedongeng sih?? <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ), IKK itu namanya juga IKK (lho, kok?). Iya, sama IKK juga, tapi kepanjangannya yang beda. Kalau IKK yang jaman dulu itu singkatan dari Ilmu Kesejahteraan Keluarga, sedangkan kalau yang sekarang Ilmu Keluarga dan Konsumen. Nah, pada tahun… (tahun berapa ya? Maaf saya lupa…), IKK (Ilmu Kesejahteraan Keluarga) berganti nama menjadi GMSK, singkatan dari Gadis Manis Santapan Kehutanan, ups salah, Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga maksudnya, hehehe… <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> <span id="more-506"></span></p>
<p>But just for your information, singkatan yang pertama itu sangat populer karena banyak cewek GMSK yang akhirnya menikah sama cowok Fak.Kehutanan, soalnya letak kampus yang berdekatan. Selain itu, mahasiswa GMSK sebagian besarnya adalah para cewek dan mahasiswa Fak.Kehutanan sebagian besarnya adalah para cowok, jadi ya gitu deh, saling naksir-naksiran <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Begitu ceritanya.</p>
<p>Di GMSK, mahasiswa belajar tentang gizi dan juga keluarga. Karena dua disiplin ilmu tersebut sudah sama-sama bisa berdiri sendiri dan biar mahasiswa lebih fokus dalam belajar, maka pada tahun… (2005 apa 2004 ya? Kalau nggak salah 2005 deh. Maaf-maaf, long term memory saya udah agak error soalnya… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ), keluar SK Rektor IPB (ya iyalah Rektor IPB, masa mau Rektor Univ.Mulawarman sih?? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ) yang intinya berisi terbentuknya departemen baru di IPB atau di Bogor Agricultural University, yaitu departemen IKK (Ilmu Keluarga dan Konsumen) di bawah naungan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA). Singkatnya sih begitu cerita terbentuknya departemen IKK.</p>
<p><strong>Materi Kuliah di IKK</strong></p>
<div id="attachment_508" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://okvina.files.wordpress.com/2010/06/dsc00855.jpg"><img class="size-medium wp-image-508" title="DSC00855" src="http://okvina.files.wordpress.com/2010/06/dsc00855.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Mahasiswa IKK angkatan 42</p></div>
<p>Lalu-lalu, apa yang saya pelajari di IKK? Yang pasti semuanya tentang keluarga, anak dan konsumen. Saya belajar tentang keluarga <em>from beginning until retirement</em>. Nah, karena inti yang dipelajari adalah perkembangan keluarga dari mulai terbentuknya sampai maut memisahkan (halah), maka saya juga belajar tentang anak (keluarga sebagian besar punya anak khan?), pengasuhan dan pendidikan anak, ekonomi keluarga, manajemen sumberdaya keluarga dan konsumen.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Konsumen</span></p>
<p>Saya tahu, pasti yang ada dalam pikiran Anda sekarang, “konsumen, apa hubungannya sama keluarga?”, ya kan? Jadi begini, sebagian besar keluarga itu merupakan konsumen terakhir. Mereka mengkonsumsi semua kebutuhan manusia, mulai dari kebutuhan primer, sekunder sampai tersier. Nah, karena keluarga merupakan konsumen tingkat akhir maka perlu dipelajari juga bagaimana menjadi konsumen yang baik sekaligus bijak melalui perilaku konsumen (psikologinya konsumen), riset konsumen dan pemasaran untuk produk-produk sosial. Selain itu, saya juga belajar pendidikan dan perlindungan konsumen, yang intinya untuk melindungi konsumen, terutama keluarga.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Keluarga</span></p>
<p>Kalau untuk keluarga sendiri, saya belajar tentang teori-teori yang berkaitan dengan tugas dan perkembangan keluarga di tiap tahapannya. Saya belajar tentang <em>coping strategy</em> keluarga dalam menghadapi segala permasalahan yang mungkin terjadi dalam keluarga, pemberdayaan keluarga, ekonomi keluarga, manajemen sumberdaya keluarga dan yang paling utama, saya juga belajar tentang ekologi keluarga (ya iyalah, IKK kan ada di Fakultas Ekologi Manusia, masa iya nggak belajar tentang <em>basic</em> ilmunya).</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Anak</span></p>
<p>Mengapa kami juga harus belajar tentang anak di IKK? Karena semua keluarga pastinya menginginkan memiliki anak untuk melanjutkan keturunan. So, anak merupakan salah satu hal yang tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan keluarga. Oleh sebab itu di departemen ini saya juga belajar psikologi anak, tumbuh kembang manusia, pengukuran perkembangan anak, pengasuhan (parenting), pendidikan karakter dan pendidikan holistik. Kami juga mempelajari tentang pendidikan karena membesarkan serta mengasuh anak tidak dapat dipisahkan sama yang namanya pendidikan. Makanya kami juga harus mengerti dan paham pendidikan apa yang tepat sekaligus patut untuk anak.</p>
<p>Itulah semua yang saya pelajari di Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen. Sesuai dengan motto IKK dan tujuan mulia keilmuan di IKK, <em>Building Human Capital for Better Lives,</em> maka fokus utama IKK adalah bagaimana mencetak sumberdaya manusia berkualitas dimulai dari keluarga.</p>
<p style="text-align:center;">
<div id="attachment_509" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://okvina.files.wordpress.com/2010/06/dsc06737.jpg"><img class="size-medium wp-image-509 " title="DSC06737" src="http://okvina.files.wordpress.com/2010/06/dsc06737.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Konsultasi Keluarga dan Anak</p></div>
<p><strong>Hubungan IKK dengan Pertanian?</strong></p>
<p>Saya sering mendapatkan pertanyaan lanjutan, “terus hubungannya dengan pertanian apa dong??”. Ya <em>of course</em> sangat berhubungan, apalagi kalau pertanian dipandang secara luas.</p>
<p>Begini ya, sebagian besar penduduk Indonesia itu masih tinggal di areal pedesaan (tapi maaf saya belum cek data pastinya). Areal pedesaan identik dengan pertanian (ingat pertanian nggak cuman pertanian yang di sawah, kebun atau ladang aja lho ya, ada peternakan, perikanan, kelautan, kehutanan), disamping itu industri-industri yang bergerak di bidang pertanian juga termasuk dalam ruang lingkup pertanian. Nah, karena sebagian penduduk Indonesia masih bergerak di bidang pertanian, maka tugas IKK adalah menyiapkan manusia-manusia pertanian menjadi sumberdaya yang berkualitas dimulai dari keluarga. Oleh sebab itu, Ilmu Keluarga dan Konsumen sangat <em>urgent</em> untuk dipelajari karena sampai kapan kita mau <em>trial error</em> terus dalam membentuk keluarga dan dalam mengasuh anak??? Kalau mau seperti itu terus, ya nggak bakalan maju-maju negeri kita tercinta ini! (Waduh, kok jadi esmosi gini ya?? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Ya, begitulah kira-kira hubungannya Ilmu Keluarga dan Konsumen dengan pertanian.</p>
<p><strong>IKK secara Global</strong></p>
<p>Ilmu Keluarga dan Konsumen serta Fakultas Ekologi Manusia memang merupakan disiplin ilmu yang sangat baru di Indonesia. IPB (Bogor Agricultural University) merupakan satu-satunya universitas yang menyediakan jurusan ini. Di Asean sendiri, hanya ada 3 universitas yang ada Fakultas Ekologi Manusianya (Family and Consumer Sciences termasuk di dalamnya), Bogor Agricultural University (Indonesia), Universiti Putra Malaysia (Malaysia) dan University of Philippines (Filipina). Sedangkan untuk tingkat global, Fakultas Ekologi Manusia salah satunya ada di Amerika yaitu di Cornell University.</p>
<p>Insya Allah, kami lulusan IKK merupakan para ahli di bidang Keluarga. Jadi buat calon presiden 2029 dari Mafia 2029 (Forum Indonesia Muda), kalau mau cari menteri negara pemberdayaan perempuan dan segenap jajaran petingginya atau kepala BKKBN dan Bapenas, seharusnya ya dari lulusan IKK (Hohoho, numpang promosi). Karena <em>at least</em> kami mengerti dan paham <em>basic</em> teori keluarga itu seperti apa dan paradigma yang benar tentang keluarga.</p>
<p>Bogor, 1 Juni 2010 08:34</p>
<p>~Okvina Nur Alvita</p>
<p>P.S: hadeuhhh, saya bukannya belajar untuk sidang skripsi tanggal 4 Juni nanti, malah bikin tulisan tentang ini… hehehe… :p</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/okvina.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/okvina.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/okvina.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/okvina.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/okvina.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/okvina.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/okvina.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/okvina.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/okvina.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/okvina.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/okvina.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/okvina.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/okvina.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/okvina.wordpress.com/506/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=okvina.wordpress.com&amp;blog=466686&amp;post=506&amp;subd=okvina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okvina.wordpress.com/2010/06/01/tentang-ilmu-keluarga-dan-konsumen-ikk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/07df41e63a475992f0e1ea173da1becb?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://okvina.files.wordpress.com/2010/06/dosen-ikk.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dosen IKK</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://okvina.files.wordpress.com/2010/06/dsc00855.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00855</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://okvina.files.wordpress.com/2010/06/dsc06737.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC06737</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Am I a Loser?</title>
		<link>http://okvina.wordpress.com/2010/05/28/am-i-a-losers/</link>
		<comments>http://okvina.wordpress.com/2010/05/28/am-i-a-losers/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 10:08:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>okvina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okvina.wordpress.com/?p=501</guid>
		<description><![CDATA[Am I a loser? Pikiran ini seringkali singgah di benak saya. Saya merasa kalau apa yang sudah saya rencanakan, sebagian besarnya berantakan. Dan yang membuat semua itu berantakan adalah saya sendiri. Perasaan ini teramat sangat kuat saya rasakan dua hari yang lalu, saat IPB menggelar wisuda tahap III di tahun ajaran 2009/2010… Dulu saya menargetkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=okvina.wordpress.com&amp;blog=466686&amp;post=501&amp;subd=okvina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Am I a loser? Pikiran ini seringkali singgah di benak saya. Saya merasa kalau apa yang sudah saya rencanakan, sebagian besarnya berantakan. Dan yang membuat semua itu berantakan adalah saya sendiri.</p>
<p>Perasaan ini teramat sangat kuat saya rasakan dua hari yang lalu, saat IPB menggelar wisuda tahap III di tahun ajaran 2009/2010…</p>
<p>Dulu saya menargetkan saya bisa wisuda Juni 2009. Tapi karena saya mendapatkan hal lain yang tentunya lebih <em>amazing</em>, saya merelakan kelulusan saya diundur. Yang artinya wisuda saya diundur juga.</p>
<p>Lalu saya merencanakan untuk bisa wisuda Oktober 2009. Tapi ternyata saat bulan itu perkembangan skripsi saya masih sampai di penyusunan proposal. Dan saya harus merelakan kembali wisuda saya diundur. Saat beberapa teman saya diwisuda pada bulan ini, saya datang untuk memberikan ucapan selamat pada mereka.</p>
<p><span id="more-501"></span></p>
<p>Then, saya berharap bisa wisuda Februari 2010. Dan, lagi-lagi saya harus melewati wisuda bulan ini karena saat itu saya masih dalam proses nge-draft skripsi. Selain itu, di bulan ini skripsi saya tidak ada progress karena saya harus Asean Trip. Saat wisuda bulan ini saya tidak datang ke acara wisudaan untuk memberikan selamat pada teman-teman saya karena saya tidak sanggup melihat saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan dan saya tidak sanggup melihat orang lain memperoleh apa yang saya inginkan. Oh, how childish I am&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya tidak patah harapan, saya targetkan bisa wisuda Mei 2010. Wisuda Mei 2010 merupakan warning terakhir bagi saya untuk segera menyelesaikan masa studi saya. Tapi ternyata saya (lagi-lagi) tidak bisa memenuhi target itu.</p>
<p>Dua hari yang lalu (26 Mei 2010) banyak teman dekat saya yang wisuda. Saya gamang, antara datang dan tidak ke acara wisuda untuk memberikan ucapan selamat pada teman-teman dekat saya itu. Dari pagi sampai menjelang siang saya malas sekali beranjak dari kamar. Saya bingung. Saya tidak sampai hati melihat diri saya sendiri harus kembali menelan kenyataan yang bagi saya cukup menyakitkan. Mungkin bagi orang lain datang ke wisuda dan memberikan selamat pada orang lain adalah hal yang biasa, untuk apa mempermasalahkan masalah kecil seperti ini sih? Tapi bagi saya, ini bukan masalah kecil. Seharusnya saya datang ke acara wisuda kali ini sebagai wisudawati dan bukan sebagai orang yang memberikan selamat kepada para wisudawan/wisudawati! Inilah masalah utamanya.</p>
<p>Awalnya saya memutuskan untuk tidak datang ke acara wisuda dan mengurung diri di kamar. Tapi rasanya ada yang berkecamuk di dalam sini (nunjuk dada <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Dia bilang begini:</p>
<p><em>“nggak usah datang ke wisuda dan kamu nggak akan pernah berani menghadapi kenyataan pahit”</em></p>
<p><em>“nggak usah datang ke wisuda dan kamu akan selalu menghindar kalau ada masalah”</em></p>
<p><em>“nggak usah datang ke wisuda dan kamu nggak akan belajar untuk menjadi lebih dewasa”</em></p>
<p><em>“nggak usah datang ke wisuda and you are a loser! Loser of your own self! You’re a completely loser if you didn’t come to your friend’s graduation day”</em></p>
<p>Jam setengah 12 siang akhirnya saya berangkat ke kampus. Saya ke Graha Widya Wisuda, mencari beberapa teman saya yang diwisuda hari itu, mengucapkan selamat pada mereka dan of course melakukan ritual foto bareng. Hehehe… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:center;">
<div id="attachment_502" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://okvina.files.wordpress.com/2010/05/wisuda.jpg"><img class="size-medium wp-image-502 " title="Wisuda" src="http://okvina.files.wordpress.com/2010/05/wisuda.jpg?w=300&#038;h=240" alt="" width="300" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">ki-ka: Day, Ephil, Shelly, Tince, Vina</p></div>
<div id="attachment_503" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://okvina.files.wordpress.com/2010/05/wisuda1.jpg"><img class="size-medium wp-image-503" title="wisuda1" src="http://okvina.files.wordpress.com/2010/05/wisuda1.jpg?w=300&#038;h=240" alt="" width="300" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">ki-ka: Day-Vina-Nisun-Dini-Ephil</p></div>
<p>Saya menghadapi kenyataan yang tidak menyenangkan. Saya tidak menghindari masalah. Saya belajar berperilaku sebagaimana orang dewasa seharusnya. And, absolutely, I’m totally not a loser! I won my own self.</p>
<p>You know, the real loser is someone who can’t handle his/herself, the real loser is someone who can’t help his/herself alone, the real loser is someone who can’t win his/her own self.</p>
<p>Am I a loser? Saya rasa tidak. Saya boleh kalah dengan orang lain, saya boleh kalah dengan target hidup saya, saya boleh kalah dengan rencana saya, tapi saya tidak boleh kalah dengan diri saya sendiri. I’m a winner. I’m a winner of my own self and I never permit to let myself down. And for me, this is the real winner… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bogor, 28 Mei 2010 13:46</p>
<p>~Okvina Nur Alvita</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/okvina.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/okvina.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/okvina.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/okvina.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/okvina.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/okvina.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/okvina.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/okvina.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/okvina.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/okvina.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/okvina.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/okvina.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/okvina.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/okvina.wordpress.com/501/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=okvina.wordpress.com&amp;blog=466686&amp;post=501&amp;subd=okvina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okvina.wordpress.com/2010/05/28/am-i-a-losers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/07df41e63a475992f0e1ea173da1becb?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://okvina.files.wordpress.com/2010/05/wisuda.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wisuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://okvina.files.wordpress.com/2010/05/wisuda1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wisuda1</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
