PERJALANAN KURIKULUM INDONESIA

Membentuk manusia yang good and smart adalah filosofi dasar pendidikan menurut Socrates pada 2400 tahun yang lalu. Berbicara tentang pendidikan tidak akan terlepas dari kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di sekolah. Kegiatan belajar mengajar tidak dapat terlepas dari kurikulum yang sedang berlaku saat itu. Kurikulum merupakan salah satu hal yang cukup vital bagi dunia pendidikan. Sejak Indonesia merdeka, kurikulum yang ada di Indonesia telah mengalami perubahan beberapa kali. Perubahan-perubahan yang terjadi tersebut dimaksudkan untuk membuat sistem pendidikan di Indonesia semakin membaik, namun apakah sistem pendidikan di Indonesia saat ini telah sesuai dengan tujuan pendidikan? Berikut ini adalah perjalanan kurikulum di Indonesia (Soekisno, 2007).

Kurikulum 1947

pada tahun 1947, kurikulum saat itu diberi nama Rentjana Pelajaran 1947. Pada saat itu, kurikulum pendidikan di Indonesia masih dipengaruhi sistem pendidikan kolonial Belanda dan Jepang, sehingga hanya meneruskan yang pernah digunakan sebelumnya. Rentjana Pelajaran 1947 boleh dikatakan sebagai pengganti sistem pendidikan kolonial Belanda. Karena suasana kehidupan berbangsa saat itu masih dalam semangat juang merebut kemerdekaan maka pendidikan sebagai development conformism lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia yang merdeka dan berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain di muka bumi ini.

Kurikulum 1952

pada tahun 1952 kurikulum di Indonesia mengalami penyempurnaan. Pada tahun 1952 ini diberi nama Rentjana Pelajaran Terurai 1952. Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional. Yang paling menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum 1952 ini bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.

Kurikulum 1964

menjelang tahun 1964, pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia. Kali ini diberi nama Rentjana Pendidikan 1964. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana (Hamalik, 2004), yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan, dan jasmani.

Kurikulum 1968

Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964, yaitu dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.

Dari segi tujuan pendidikan, Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat.

Download File DISINI

About these ads

19 Komentar

  1. NASUKHA Z

    wah luar biasa mbak, makasih ilmunya.

  2. asslamlkm..
    Adik saya nyari topik ini mbak, tapi biasa, malesnya itu minta ampun. sumpah saya gak tau apa2 tentang.
    tapi setelah saya baca, tambah juga ilmunya.
    syukron ya..

  3. Aduh, maaf komen yang tadi ga mutu, bisa dihapus ga? kalo bisa hapusin dong plis.
    Oh ya, tentang kurikulum, walaupun cuma guru honor saya dah ngajar menggunakan 3 kurikulum lho: 94, KBK, dan sekarang KTSP. Kenyataan yang saya temui: kurikulum sebagus apa pun tanpa dukungan dari organ vital yang bernama “hati nurani” hanya menghasilkan manusia-manusia pembohong, ijazah palsu (nilainya), sifat oportunistik, dan manusia-manusia pragmatis. Pergantian kurikulum bahkan secara keji telah menjadi minyak pelumas demi lancarnya bisnis buku.
    Kalau boleh milih, saya pingin Indonesia menggunakan Kurikulum Islam 2010 (belum ada, baru mau saya rancang), di mana tidak ada pemubaziran buku, kejujuran adalah nomor satu, dan ingat pada Allah selalu.
    hoaeeem, ngantuk. Selamat berjuang guru Indonesia, buktikan anda bukanlah DISGUISED UNEMPLOYMENT
    Matur nuwun Mbak!

    • rafiah

      kenapa ya….ko kurikulum indonesia ngak pernah konsisten

      • danu aja

        bukan kurikulumx mba yang nda konsisten .tapi orang yang menjalankan kurikulum itu yang ndak pernah ber

  4. LAKSMI MASITHAH

    wah mbak,,,,, makasih BUUUUAAAANNNNYAAAAKKKK buat infonya,,, berkat tulisan anda saya bisa mengerjakan tugas PKKMB FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA,,,, semoga saya bisa banyak blajar dari tulisan

  5. ratih jelek

    maksih yaaa ilmunya.. andai kurikulum sebelum 45 ada pasti lebih mantap lg

    • danu aja

      indonesia terlalu banyak kurikulum

  6. chy

    thenx

  7. figit

    kurikulum yg ada di indonesia adalah kurikulum neraka.

  8. niesa

    berganti2 kurikulum gk menjamin kelulusan di UN jg kan,,, so buat apa di gonta-ganti terus???

  9. niesa

    pergantian kurikulum gak menjamin kelulusan dalam UN jg kan,,, so buat apa digonta-ganti terus??? sy sbg calon guru turut prihatin dengan siswa2 yg menjadi korban kurikulum krn sy jg prnh ngerasain itu 3 th-an yg lalu…

  10. yurin

    pendidikan di indonesia semakin tidak jelas saja, mungkin karena sering gonta_ganti kurikulum kali yua………. hehehe

  11. via amalia

    sangat membantuku.
    i like this . . .

  12. aan

    Tris atas kurikulumna ya,,,,,,,,,,,,,,andai ada yang lebih atu perkembangan jangn lupa beri kbr y,,,,,,,,,,,,,,,,,,

  13. aan

    Trims atas kurikulumna ya,,,,,,,,,,,,,,andai ada yang lebih atu perkembangan yang baru jangn lupa beri kbr y,,,,,,,,,,,,,,,,,,sukses selalu..

  14. ini yang kucari… :)

  15. Yuwan cinta Setiawan

    thanks to infoy so I can do my assigment for kurikulum pemb. SMA/SMK class well.
    tetot

  16. aduhh… gimana yahh… untuk kurikulum pendidikn seblum indonesia merdeka???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: